Prabowo Tagih Kartu NU ke Gus Yahya di Muktamar ke-35 NU Tambakberas Jombang

Anggi Fridianto • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 07:48 WIB
Presiden Prabowo Subianto secara resmi membuka Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Kamis (27/8). (Anggi Fridianto/Radar Jombang)
Presiden Prabowo Subianto secara resmi membuka Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Kamis (27/8). (Anggi Fridianto/Radar Jombang)

JombangBanget.id – Presiden Prabowo Subianto membuat suasana pembukaan Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, mencair dengan “menagih” Kartu Tanda Anggota (KTA) NU kepada Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Kamis (27/8/2026).

Prabowo bahkan berkelakar akan kembali ke Tambakberas pada 31 Agustus jika kartu tersebut sudah diberikan.

Presiden Prabowo Subianto secara resmi membuka Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Kamis (27/8).

Baca Juga: 150 Kios Pasar Perak Disegel Pemkab Jombang, Ada yang Tutup hingga 2 Tahun Lebih

Di hadapan ribuan muktamirin dan kiai sepuh se-Indonesia, Kepala Negara secara terbuka mengakui bahwa stabilitas, keamanan, hingga kedaulatan Indonesia berdiri kokoh berkat kontribusi besar warga Nahdliyin dan para kiai.

Pantauan di lokasi, Prabowo tiba di lokasi pembukaan Muktamar di Lapangan Untung Suropati Tambakberas sekitar pukul 15.30.

Hadir pula Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan ribuan peserta dan tamu undangan muktamar.

Dalam sambutannya, Presiden memberikan apresiasi tinggi kepada NU atas kontribusinya terhadap bangsa Indonesia.

Baca Juga: KPK NU: Pihak yang Ganggu Muktamar NU di Jombang Akan Berhadapan dengan Kami

”Nahdlatul Ulama adalah aset bangsa yang sangat besar. NU selalu hadir dalam krisis-krisis bangsa ini dan menjadi faktor kunci yang menentukan stabilitas, keamanan, serta masa depan Indonesia,” tegas Prabowo yang langsung disambut gemuruh tepuk tangan peserta muktamar.

Sebagai pemegang mandat kepemimpinan nasional, Prabowo mengakui relasi strategis antara pemerintah (umara) dan ulama sebagai syarat mutlak agar Indonesia bisa bangkit menjadi negara maju.

Tanpa topangan aset sejarah seperti NU dan Muhammadiyah, roda pemerintahan tidak akan memiliki pijakan yang kuat.

”Saya sebagai Presiden, mandataris rakyat, jelas merasa tanpa dukungan NU dan Muhammadiyah tidak mungkin saya berdiri di sini. Kuncinya satu: NU kuat artinya Indonesia kuat. Kalau NU rukun, Indonesia rukun. NU berkhidmat, Indonesia bermartabat,” ujarnya.

Saking lekatnya rasa memiliki terhadap aset besar ini, panggung pembukaan sempat mencair saat Prabowo berseloroh "menagih" Kartu Tanda Anggota (KTA) NU kepada Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf.

”Gus Yahya, aku dari dulu minta kartu NU, jadi masih utang sama saya. Kalau bisa sebelum penutupan muktamar lah. Kalau kartu anggotanya ada, saya datang lagi tanggal 31,” kelakar Prabowo.

Baca Juga: Muktamar NU Digelar, 30 Madrasah Jombang Beralih ke Daring

Menurut Prabowo, kemerdekaan bangsa Indonesia memang diproklamasikan di Jakarta, namun ujian sejati mempertahankan kedaulatan itu meletus di Surabaya pada pertempuran Oktober-November 1945 yang dimotori langsung oleh para kiai, santri, dan Resolusi Jihad.

”Bung Karno pernah mengatakan Jasmerah, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Saya ingin menyampaikan Jaso: jangan sekali-kali melupakan jasa ulama. Terima kasih kepada semua ulama, baik yang terkenal maupun kiai-kiai kampung yang namanya tidak pernah masuk televisi, tapi setiap hari menjaga akhlak anak-anak kita, menjaga kerukunan, dan mendoakan bangsa tanpa meminta apa pun dari negara,” ujar Prabowo yang disambut gemuruh tepuk tangan muktamirin.

Sebagai wujud keberpihakan nyata terhadap pengembangan aset pendidikan NU, Presiden juga menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan digitalisasi sarana belajar di lingkungan pesantren.

Ia menginstruksikan percepatan fasilitas teknologi agar santri NU tidak tertinggal.

Baca Juga: Muktamar NU Dongkrak Ekonomi Jombang, UMKM Laris Manis

”Sekolah negeri dapat tiga tambahan interactive panel screen, tapi untuk lembaga NU saya perintahkan langsung terima empat layar interaktif per kelas. Utang saya kepada NU agak terpenuhi,” tandasnya.

Di penghujung amanatnya, Presiden memaparkan capaian ketahanan nasional, mulai dari tercapainya swasembada pangan hingga target swasembada energi dalam waktu dekat.

Ia meyakinkan para kiai bahwa penemuan ladang gas dan emas baru serta efisiensi anggaran ratusan triliun rupiah akan bermuara pada kesejahteraan rakyat.

”Syaratnya satu: keberanian memberantas korupsi secara total agar kekayaan negara tak bocor ke luar negeri,” tegas Prabowo sebelum menabuh beduk sebagai penanda dibukanya Muktamar ke-35 NU di Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas. (ang/naz)

Editor : Ainul Hafidz
NU presiden prabowo Jombang kartu