JombangBanget.id – Pesantren Tebuireng, Jombang membuka makam Gus Dur dan para masyayikh selama 24 jam pada 27–30 Agustus.
Itu dilakukan guna mengantisipasi lonjakan peziarah yang datang dari berbagai daerah selama Muktamar ke-35 NU di Tambakberas, Jombang.
Pengasuh Pondok Putri Tebuireng KH Fahmi Amrullah Hadziq (Gus Fahmi) mengatakan, hampir seluruh muktamirin maupun rombongan nahdliyin yang datang ke Jombang diperkirakan menyempatkan diri berziarah ke makam para pendiri NU.
Baca Juga: Seru! Pegawai dan Anggota DPRD Jombang Adu Lomba Agustusan
Terutama makam Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.
’’Hampir dipastikan para muktamirin, baik yang resmi maupun rombongan, akan berziarah ke makam para pendiri, terutama Hadratussyekh KH Hasyim,” ujarnya.
Menurut Gus Fahmi, akses ziarah dibuka selama 24 jam agar peziarah bisa datang secara bergantian. Dengan begitu, penumpukan di kompleks makam dapat diminimalkan.
’’Moga-moga tidak ada perubahan, sehingga 24 jam itu para peziarah bisa datang silih berganti. Nah, agar tidak terjadi penumpukan,’’ imbuhnya.
Baca Juga: Identifikasi Tuntas, Proyek DI Mrican Rp 348,6 Miliar di Jombang Tunggu Jadwal Pekerjaan
Sementara itu, Mudir V Bidang Pendidikan Formal Pesantren Tebuireng KH Achmad Roziqi mengatakan, pihaknya turut mendukung pelaksanaan Muktamar ke-35 NU yang digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.
Salah satu bentuk dukungan tersebut dengan membuka akses makam Pesantren Tebuireng secara penuh bagi para muktamirin.
’’Kami membuka akses makam Pesantren Tebuireng secara penuh karena kami hendak menghormati para muktamirin yang hendak berziarah ke Tebuireng,’’ katanya.
Keputusan membuka akses 24 jam juga mempertimbangkan kemungkinan gelombang besar nahdliyin dari berbagai wilayah Indonesia.
Mereka diperkirakan datang untuk berziarah kepada para muassis serta masyayikh Pesantren Tebuireng.
’’Oleh karena itu, insyaallah selama muktamar nanti ziarah akan dibuka 24 jam. Tidak ada waktu yang dilarang untuk berziarah,’’ ungkapnya.
Baca Juga: Proyek Sekolah Rakyat di Jombang Dikejar Deadline, Kejar Kunjungan Presiden
Meski dibuka sepanjang waktu, pengelola pesantren tetap menyiapkan pengaturan arus peziarah.
Akses masuk menuju kompleks makam kemungkinan diarahkan melalui pintu belakang.
Langkah tersebut untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan maupun peziarah di sekitar pesantren. Pengaturan juga diharapkan tidak mengganggu aktivitas warga dan kegiatan santri.
’’Tentu nanti akan ditata lebih detail terkait masuknya lewat mana dan seterusnya. Kemungkinan masuknya tetap lewat belakang,’’ jelasnya.
Baca Juga: Gus Zuem: Voucher Muktamar
Selain pengaturan akses, Pesantren Tebuireng menyiagakan petugas keamanan selama 24 jam.
Petugas akan berjaga secara bergantian untuk mengatur arus kedatangan peziarah dan memastikan proses ziarah berjalan lancar.
’’Kami akan menata dan menyusun lagi bagaimana detailnya untuk kedatangan para peziarah ke Pesantren Tebuireng. Di antaranya nanti akan kami kerahkan sekuriti yang akan 24 jam bergantian untuk menjaga kelancaran para peziarah yang hadir di Tebuireng,’’ pungkasnya. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz