Jelang Muktamar NU di Jombang, Gus Salam Klaim Dukungan Capai 60 Persen

Anggi Fridianto • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 06:58 WIB
Pengasuh PP Mambaul Ma’arif Denanyar, Jombang, KH Abdussalam Shohib (Gus Salam). (Anggi Fridianto/Radar Jombang)
Pengasuh PP Mambaul Ma’arif Denanyar, Jombang, KH Abdussalam Shohib (Gus Salam). (Anggi Fridianto/Radar Jombang)

JombangBanget.id – Menjelang Muktamar ke-35 NU di Jombang, Pengasuh PP Mambaul Ma’arif Denanyar, KH Abdussalam Shohib (Gus Salam) mengklaim dukungan terhadap pencalonannya telah mencapai lebih dari 60 persen pemilik suara. 

Klaim tersebut disampaikan setelah dirinya melakukan konsolidasi secara masif dengan fungsionaris PWNU, PCNU, dan PCINU di berbagai daerah.

’’Dari hasil silaturrahim dan komunikasi, kami optimis bisa meraih dukungan di atas 60 persen dari pemilik suara,’’ kata Gus Salam, Jumat (21/8).

Baca Juga: Binrohtal: Akhlak Nabi di Keluarga, Kunci Membangun Rumah Tangga Sakinah

Dalam beberapa bulan terakhir, dia mengaku telah melakukan konsolidasi secara masif dan terstruktur ke berbagai daerah di Indonesia.

Selain pertemuan secara langsung, komunikasi intensif juga terus dilakukan. Gus Salam bersama timnya membangun komunikasi dengan seluruh fungsionaris 30 PWNU, 470 PCNU, dan PCINU.

’’Komunikasi itu kami lakukan baik dalam forum-forum tertentu maupun secara personal. Intinya, semua yang telah kami temui dan komunikasikan saat ini sudah masuk dalam Daftar Peserta Tetap atau DPT Muktamar ke-35 NU,’’ jelasnya.

Berdasarkan data DPT, terdapat 556 lembaga PWNU, PCNU, dan PCINU yang memiliki hak suara dalam Muktamar ke-35 NU.

Baca Juga: Jembatan Bailey Kudubanjar Jombang Segera Dibangun, Warga Gelar Doa

Jumlah tersebut menjadi basis bagi tim Gus Salam dalam memetakan dukungan.

’’Ada tiga alasan utama yang membuat kita optimistis mampu meraih dukungan mayoritas,’’ ucapnya.

Pertama, gagasan rekonsiliasi total dan menghidupkan kembali ruh perjuangan pendiri NU. Gagasan tersebut mendapat respons positif dari sejumlah pengurus NU di berbagai tingkatan.

’’Gagasan rekonsiliasi total dan menghidupkan kembali ruh perjuangan pendiri NU mendapat apresiasi yang luar biasa dari PWNU, PCNU dan PCI NU. Ini yang membangkitkan semangat khidmah mereka lagi ditengah melemahnya kepercayaan terhadap PBNU,’’ katanya.

Warga NU di daerah menginginkan kepemimpinan yang mampu mempersatukan, bukan memecah. Gagasan rekonsiliasi dinilai menjadi jalan untuk kembali pada khittah dan nilai-nilai dasar NU.

Kedua, Gus Salam menyebut dirinya dipandang sebagai calon yang merepresentasikan pesantren sekaligus figur pemimpin muda yang visioner. Gagasan tersebut dituangkan dalam buku berjudul Menjaga Langit Pesantren, dari Tradisi Menuju Peradaban.

Baca Juga: Begini Serunya 2.500 Anak PAUD Jombang Ikuti Senam Ceria

’’Mereka mencermati visi saya tentang transformasi NU dan masa depan pesantren melalui media,’’ ujarnya.

Ketiga, Gus Salam mengatakan ikhtiarnya mendapatkan kepercayaan dari para fungsionaris NU dan peserta muktamar.

Baik di dalam maupun luar negeri, karena dilandasi amanat guru dan kiai.

Selain itu, dia mengaku prihatin terhadap kondisi PBNU yang diterpa konflik sehingga berdampak terhadap kekuatan kelembagaan NU.

Baca Juga: Belum Sampai Finis, Hasil Bumi Karnaval Mobil Hias Jombang Sudah Ludes

’’Ini amanat guru. Saya bertekad berjuang hingga tuntas di Muktamar ke-35 NU. Tidak lain untuk mewujudkan perintah guru-kiai saya, KH Nurul Huda Djazuli,’’ tegasnya Salam.

Meski optimistis dengan dukungan yang diklaim telah dipetakan, Gus Salam berharap pelaksanaan Muktamar ke-35 NU berlangsung sejuk dan menjaga marwah organisasi.

’’Saya berharap muktamar berlangsung sejuk, teduh, mencerminkan kedaulatan NU, independen, dan tidak dikotori dengan perilaku yang tidak berakhlak,’’ terangnya.

Dia juga mengingatkan sejumlah hal yang harus dihindari selama proses muktamar. Di antaranya politik uang, intimidasi, manipulasi, hingga intervensi dari pihak-pihak tertentu.

’’Mari kita jaga marwah Muktamar. Ini rumah kita bersama. Biarlah warga NU yang diwakili para peserta muktamar nanti, yang menentukan,’’ urainya. (ang/jif)

Editor : Ainul Hafidz
muktamirin gus salam muktamar Jombang dukungan