JombangBanget.id – Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Jombang mulai menggeber persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2027.
Salah satu tahapan yang kini berjalan adalah verifikasi administrasi terhadap 1.282 calon jemaah haji (CJH) yang masuk urut porsi keberangkatan tahun depan.
Kepala Kantor Kemenhaj Jombang Ilham Rohim mengatakan, persiapan dilakukan sebagai tindak lanjut kebijakan nasional Kementerian Haji dan Umrah.
Baca Juga: Mental Health Check Up di RSUD Jombang, Solusi Deteksi Dini Gangguan Kesehatan Mental
Langkah itu ditempuh agar seluruh proses penyelenggaraan haji berjalan lebih tertata dan pelayanan kepada jemaah semakin optimal.
”Yang pertama kami lakukan adalah menyampaikan pemberitahuan kepada jemaah urut porsi serta jemaah prioritas lanjut usia (lansia). Saat ini juga sedang berlangsung verifikasi tahap pertama bagi jemaah urut porsi haji 2027,” ujarnya, Minggu (26/7).
Berdasarkan data sementara, nomor porsi tertinggi yang masuk daftar keberangkatan 2027 tercatat 1300731131 dengan tanggal pendaftaran 9 Januari 2013.
Hal itu menunjukkan masa tunggu keberangkatan haji di Jombang masih cukup panjang.
Baca Juga: Gandeng PN Jombang, Bank Jatim Sosialisasikan Gugatan Sederhana untuk Kredit Bermasalah
”Dalam pendataan tahap awal, terdapat 64 jemaah prioritas lansia yang mendapat perhatian khusus selama proses persiapan hingga pemberangkatan. Sementara itu, jumlah jemaah urut porsi yang sedang menjalani verifikasi mencapai 1.282 orang,” bebernya.
Ilham menjelaskan, hingga kini lebih dari 1.000 calon jemaah telah menyerahkan berkas verifikasi dan dinyatakan siap mengikuti tahapan berikutnya.
Di sisi lain, terdapat 84 jemaah yang mengajukan penundaan keberangkatan.
”Bagi jemaah yang belum menyerahkan berkas, kami masih memberikan kesempatan sampai 29 Juli 2026 untuk menyampaikan surat pernyataan siap berangkat,” terangnya.
Selain melengkapi administrasi, Kemenhaj Jombang juga mengimbau calon jemaah segera mengurus paspor sebagai salah satu dokumen utama perjalanan ibadah haji.
Langkah tersebut dinilai penting agar seluruh dokumen perjalanan dapat diproses lebih awal.
Baca Juga: Gagasan dan Harapan untuk Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU)
Di sisi lain, Kemenhaj Jombang juga mulai mengevaluasi penyelenggaraan ibadah haji 2026.
Evaluasi dilakukan dengan menghimpun masukan dari jemaah maupun petugas sebagai bahan penyempurnaan pelayanan pada musim haji berikutnya.
”Secara umum para jemaah dan petugas menyampaikan rasa senang dan bahagia terhadap penyelenggaraan haji 2026. Hasil evaluasi ini akan menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada musim haji berikutnya,” katanya.
Ilham menambahkan, kesiapan pendamping jemaah lansia juga menjadi perhatian serius.
Baca Juga: Binrohtal: Ulama dan Umara Harus Bersatu Demi Kemaslahatan Umat
Menurut dia, pendamping harus siap secara fisik maupun mental karena memiliki tanggung jawab besar selama mendampingi jemaah di Tanah Suci.
”Pendampingan terhadap jemaah lansia membutuhkan kesabaran, keikhlasan, dan kesiapan penuh agar mereka dapat menjalankan ibadah dengan nyaman dan aman,” pungkasnya. (yan/naz)
Editor : Ainul Hafidz