Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Proyek Sekolah Rakyat Jombang Terancam Molor, Pemkab Siapkan Skenario Darurat

Ainul Hafidz • Sabtu, 9 Mei 2026 | 07:23 WIB
DIKEJAR TARGET: Pekerja beraktivitas di proyek Sekolah Rakyat di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang. (Ainul Hafidz/Radar Jombang)
DIKEJAR TARGET: Pekerja beraktivitas di proyek Sekolah Rakyat di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang. (Ainul Hafidz/Radar Jombang)

JombangBanget.id - Pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat (SR) di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, terancam molor.

Hingga awal Mei, progres proyek baru mencapai sekitar 58 persen, padahal gedung ditargetkan tuntas akhir Juni dan dipakai tahun ajaran baru Juli mendatang.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jombang Agung Hariadi mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pelaksana proyek terkait perkembangan pembangunan.

”Kami sudah koordinasi dengan pihak proyeknya, disampaikan progresnya itu 58 persen,’’ terangnya, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jombang Agung Hariadi, Jumat (8/5).

Baca Juga: Kuota Tambah 270 Siswa, Gedung Baru Sekolah Rakyat di Tunggorono Jombang Belum Siap

Dengan progres tersebut, pemkab mulai menyiapkan langkah antisipasi jika pembangunan belum rampung saat kegiatan belajar dimulai.

’’Ketika kami tanya apakah bisa digunakan, jawabannya sekarang se-Indonesia semua berjuang. Artinya semua pembangunan SR progresnya seperti itu. Informasinya malah di Nganjuk di bawah Jombang progresnya, jadi Jombang ini lumayan,’’ tuturnya.

Pemkab Jombang bakal menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah dinas teknis pekan depan. Pembahasan meliputi penjangkauan calon siswa hingga skenario lokasi belajar sementara.

’’Kami baru minggu depan rapat koordinasi dengan dinas teknis terkait, seperti Dinas P dan K, Cabdindik Jombang, dan lainnya. Termasuk BPS untuk penjangkauan calon siswa,’’ ujarnya.

Menurut Agung, sejumlah opsi tengah disiapkan apabila gedung permanen belum bisa ditempati pada Juli nanti.

’’Nanti akan kami buat skenario, misalnya di sana belum selesai Juli,’’ ucapnya.

Namun, gedung sementara SR di Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung, dipastikan tidak mampu menampung seluruh siswa baru. Sebab, total siswa diproyeksikan mencapai 370 anak.

’’Kalau di Mojoagung tidak mampu. Artinya jumlah total sampai 370 siswa. Jadi nanti simulasinya bagaimana dan ditaruh di mana akan kami siapkan skenarionya,’’ katanya.

Penambahan jumlah siswa juga berdampak pada kebutuhan tenaga pendidik. Sebab, jumlah rombongan belajar ikut bertambah.

’’Secara pastinya jelas bertambah, karena rombelnya bertambah. Tambah sembilan rombel, karena tiga SD, tiga SMP, dan tiga SMA,’’ katanya.

Baca Juga: Eks Kepala Unit Bank BUMN Jombang Terbukti Korupsi, Divonis 6 Tahun Penjara dan Wajib Ganti Rugi Miliaran Rupiah

Meski begitu, Dinsos mengaku belum menerima informasi detail dari Kementerian Sosial (Kemensos) terkait tambahan guru dan tenaga kependidikan.

’’Kalau itu kami belum dapat informasi lebih lanjut, karena langsung dari Kemensos. Kemarin yang di-share ke kami itu daftar by name by address sama pagu kelasnya. Kami juga diminta melakukan penjangkauan,’’ imbuhnya.

Agung menegaskan, tata kelola Sekolah Rakyat nantinya sepenuhnya berada di bawah kewenangan Kemensos. ’’Untuk tata kelola di SR nanti dari Kemensos,’’ ujarnya.

Sebelumnya, hasil rapat koordinasi bersama Kemensos menetapkan kuota siswa baru SR Jombang sebanyak 270 siswa. Kuota tersebut terdiri atas 90 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA. (fid/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Pemkab Jombang #proyek sekolah rakyat #sekolah rakyat jombang #Jombang #Dinsos Jombang