JombangBanget.id – Workshop Public Speaking bertema “Mengubah Kata Menjadi Karya” yang digelar Keluarga Alumni Universitas Jember (KAUJE) Koordinator Daerah Jombang berlangsung meriah, Kamis (13/11).
Bertempat di Gedung Kesenian Jombang, kegiatan ini diikuti 150 peserta dari berbagai kalangan dengan antusias tinggi.
Sekdakab Jombang Agus Purnomo hadir membuka acara bersama Ketua KAUJE Korda Jombang Suwignyo, Kepala Kantor Kemenag Jombang Muhajir, serta sejumlah alumni Unej.
Dalam sambutannya, Agus menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya workshop yang dinilai penting untuk meningkatkan kualitas SDM.
”Universitas Jember lahir tepat pada 10 November 1964, bertepatan dengan Hari Pahlawan. Kini di usia ke-61, Unej terus menorehkan prestasi membanggakan, salah satunya meraih peringkat ke-12 nasional versi Times Higher Education Asia University,” ujarnya.
Ia menambahkan, di bawah kepemimpinan Rektor Dr. Ir. Iwan Taruna, M.Eng., IPM., Unej memiliki visi menjadi perguruan tinggi berwawasan internasional dengan keunggulan lokal.
”Animo calon mahasiswa Unej tahun 2025 mencapai 69.269 orang, sementara kuota hanya 9.085. Ini menunjukkan daya tarik luar biasa dari kampus Unej,” tambahnya.
Agus juga mengungkapkan kebanggaannya terhadap sekitar 200 alumni Unej yang kini berkiprah di berbagai profesi di Jombang.
”Kegiatan seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas SDM. Public speaking menjadi kemampuan krusial di era komunikasi terbuka,” pesannya.
Sebagai narasumber utama, hadir Dr. Selfi Budi Helpiastuti, S.Sos., M.Si., Wakil Dekan Bidang Akademik FISIP Universitas Jember sekaligus Master Trainer BNSP bidang Public Speaking.
Dalam materinya bertema “Komunikasi Humanis dalam Membangun Public Speaking”, ia menekankan pentingnya kesopanan, perhatian, empati, toleransi, dan pengendalian emosi sebagai dasar komunikasi.
Baca Juga: Pengurus Pimpinan Pusat Kauje Dilantik, Diisi Banyak Tokoh Populer
Dr. Selfi menegaskan, etika seseorang tercermin melalui ekspresi wajah, intonasi suara, pilihan kata, dan penampilan.
Ia juga membagikan 12 tips membangun sikap positif, di antaranya optimis, ceria, rendah hati, bersyukur, dan beriman.
”Public speaking bukan sekadar kemampuan berbicara di depan orang banyak, tetapi seni untuk menyentuh hati dan menggerakkan tindakan melalui empati dan kejujuran,” ujarnya.
Narasumber kedua, Drs. Suwignyo, M.M., memaparkan unsur vokal dalam public speaking seperti intonasi, volume, tempo, serta pentingnya gesture, kontak mata, artikulasi, dan ekspresi emosi.
Ia juga menyinggung hambatan yang kerap muncul, seperti rasa gugup dan kurang percaya diri.
”Solusinya adalah latihan terus-menerus, evaluasi diri, dan fokus kepada audiens,” pesannya.
Workshop ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan komunikasi publik, tetapi juga mempererat jaringan alumni Universitas Jember di Kabupaten Jombang. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz