JombangBanget.id - Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) resmi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada momentum hari Pahlawan Nasional (10/11).
Penganugerahan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 116/TK/2025 tertanggal 6 November 2025.
Upacara penganugerahan digelar Senin (10/11), di Istana Negara, Jakarta.
Penghargaan diserahkan Presiden Prabowo dan diterima istri almarhum Gus Dur, Nyai Hj Sinta Nuriyah.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jombang, Agung Hariadi, membenarkan, Gus Dur menjadi satu-satunya tokoh asal Jombang yang menerima gelar Pahlawan Nasional tahun ini.
’’Ada tiga tokoh asal Jombang yang diusulkan. KH Abdurrahman Wahid, KH Yusuf Hasyim dari Tebuireng, dan KH Bisri Syansuri dari Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar. Hanya Gus Dur yang ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional berdasarkan Keppres 2025,’’ kata Agung, Senin (10/11).
Pengusulan gelar pahlawan Gus Dur dilakukan sejumlah organisasi dan perorangan sejak 2010.
Bupati Suyanto telah merekomendasikan SK Kepahlawanan Gus Dur pada 2010.
Jombang Punya Empat Pahlawan Nasional
Jumlah daftar pahlawan nasional asal Jombang bertambah usai Presiden RI Prabowo Subianto menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Gus Dur.
Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Putri, KH Fahmi Amrullah Hadzik, menyampaikan rasa syukurnya atas penghargaan tersebut.
’’Harapan saya semoga perjuangan mereka itu menjadi inspirasi bagi generasi sekarang ini. Terutama generasi muda dalam menyongsong Indonesia Emas 2045,’’ katanya, Senin (10/11).
Penelusur sejarah perjuangan asal Jombang, M Faisol, menyebut, dengan penganugerahan gelar tersebut, kini Kabupaten Jombang memiliki empat tokoh Pahlawan Nasional. KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), KH Abdul Wahid Hasyim, KH Hasyim Asy’ari, dan KH Abdul Wahab Hasbullah.
Penetapan Gus Dur sebagai Pahlawan Nasional merupakan pengakuan terhadap peran besar Jombang dalam perjalanan bangsa.
’’Dengan gelar ini, Jombang kini punya empat pahlawan nasional dari kalangan ulama yang berpengaruh besar di tingkat nasional,’’ terangnya.
Secara keseluruhan, Jawa Timur menjadi salah satu provinsi dengan jumlah Pahlawan Nasional terbanyak di Indonesia.
Kota Surabaya menempati posisi pertama dengan sembilan tokoh, disusul Jombang dengan empat.
Setelah itu, Nganjuk dan Malang masing-masing memiliki dua.
Sedangkan kabupaten lain seperti Bangkalan, Pamekasan, Situbondo, Blitar, Kediri, Bojonegoro, Sidoarjo, Pasuruan, Trenggalek, Sampang, Tuban, Gresik, dan Magetan, masing-masing memiliki satu Pahlawan Nasional.
’’Deretan tokoh pahlawan asal Jombang itu menegaskan bahwa kota santri ini bukan hanya pusat pendidikan agama, tetapi juga sumber inspirasi perjuangan dan kepemimpinan nasional yang terus relevan hingga kini,’’ tegasnya. (ang/jif)
Editor : Ainul Hafidz