SMK BIM Jombang menerapkan sistem ’Blok’ dalam pembagian jam pelajaran.
Sistem ini memungkinkan pembagian mata pelajaran yang diselesaikan dalam tiga bulan penuh sebelum digantikan oleh mata pelajaran lainnya, berbeda dengan metode konvensional yang mengajarkan semua mata pelajaran dalam satu semester.
Dalam sistem ini, jumlah mata pelajaran perhari dikurangi menjadi dua hingga tiga dengan durasi lebih lama, sekitar empat hingga enam jam.
Setelah satu tahap selesai, mata pelajaran tersebut digantikan oleh mata pelajaran baru yang belum dipelajari dalam tahap sebelumnya.
Satu semester terdiri dari dua tahap, masing-masing berlangsung tiga bulan, dengan ujian Sumatif Tengah Semester (STS) dan Sumatif Akhir Semester (SAS) di akhir setiap tahap yang dirancang lebih santai dan menyerupai jam pelajaran biasa.
Tidak semua mata pelajaran mengikuti sistem ini. Beberapa mata pelajaran tetap diajarkan di setiap tahap karena dianggap fundamental bagi siswa.
Sistem blokmemiliki berbagai manfaat, seperti mengurangi beban buku, meningkatkan fokus siswa, serta membuat pembelajaran lebih efektif bagi guru dan siswa.
Ujian juga terasa lebih nyaman karena dilakukan seperti proses belajar biasa.
Siswa merasakan manfaat sistem ini karena hanya memiliki dua hingga tiga mata pelajaran per hari, yang membuat pembelajaran lebih santai dan tidak membebani.
Menurut Endang Suhartatik MPd selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, sistem ini dirancang untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran.
”Kami ingin siswa lebih fokus dan mendalami materi dengan baik tanpa terbebani oleh banyak mata pelajaran dalam satu hari. Selain itu, guru juga dapat memberikan pengajaran yang lebih maksimal karena durasi mengajar yang lebih panjang,” ujarnya.
Baca Juga: Student Journalism: Belajar Adalah Kunci Meraih Prestasi
Semoga metode ini dapat menginspirasi sekolah lain dalam menerapkan pembelajaran yang lebih efektif.
Oleh: Airel Kafka Abiyanto, Kelas X – Kimia Analisis, SMK Bakti Indonesia Medika Jombang
Editor : Ainul Hafidz