Jombangbanget.id - Kondisi bahu jalan nasional di Desa Janti, Kecamatan Jogoroto ambles sepanjang lebih dari 10 meter.
Sampai kemarin bahu jalan yang ambles belum tertangani dan hanya diberi penanda berupa batu dan rambu dari kayu oleh warga.
Seperti yang terlihat hingga Selasa (7/1) siang, bahu jalan nasional di ruas Mojoagung-Jombang di Desa Janti ini kondisinya ambles.
Tembok penahan jalan ambruk ke sisi selatan. Hal itu membuat aspal di atasnya jatuh ke bawah.
’’Amblesnya itu mulai tadi malam (6/1), kondisi wilayah sini kan banjir.
Jadi itu bagian bawahnya tergerus air, terus plengsengannya ambruk, jalannya ikut ambles,’’ terang Sugianto, 38, warga setempat.
Sebelum akhirnya ambruk, kondisi tembok penahan jalan nasional sudah terlebih dahulu miring.
Kerusakan itu tak segera diperbaiki hingga akhirnya semakin memburuk.
’’Itu rusaknya sudah lama, bekasnya kecelakaan truk padi yang ambruk di situ, terus diperbaiki tapi perbaikannya kurang bagus, akhirnya rusak lagi tadi malam (6/1),’’ tambahnya.
Amblesnya bahu jalan membuat warga akhirnya melakukan kegiatan swadaya untuk memasang rambu dengan bahan bambu dan kayu.
Ini dilakukan warga agar pengguna jalan tidak terperosok ke jalan yang ambles.
’’Yang memasang rambu memang warga, supaya kelihatan dari jauh.
Kalau sampai ada yang terperosok kan kasihan. Apalagi yang lewat sini banyak truk besar,’’ ungkapnya.
Ia berharap, kerusakan itu segera diperbaiki agar tak semakin meluas.
’’Retakannya masih memanjang ke barat, semoga saja bisa segera ditangani biar tidak makin parah,’’ harapnya.
Dikonfirmasi terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 4.2 Provinsi Jatim dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur –Bali, Siti Sekar Gondo Arum, mengaku belum mengetahui kerusakan itu.
’’Akan kami cek dulu dan segera kami tangani,’’ ujarnya singkat. (riz/jif)
Editor : Ainul Hafidz