JombangBanget.id - Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik, Sabtu (30/12).
Terutama tentang pentingnya tenang bersama Tuhan. "Kembalilah tenang", hai jiwaku, sebab Tuhan telah berbuat baik kepadamu,’’ tuturnya mengutip Mazmur 116:7.
Kata kembalilah tenang mempunyai arti bahwa saat mazmur ini ditulis, pemazmur sedang berada dalam keadaan gelisah atau bisa kita katakan sangat tertekan atau stres.
Daud sedang mengalami ketakutan akan maut atau kematian.
Demikian yang dijelaskan di Mazmur 116:3 "Tali-tali maut telah meliliti aku, dan kegentaran terhadap dunia orang mati menimpa aku, aku mengalami kesesakan dan kedukaan".
Dalam ketakutan Daud berseru kepada Tuhan dan dia yakin akan kebaikan Tuhan dari pengalamannya di masa lampau.
Tuhan yang telah meluputkannya dari maut, adalah Tuhan yang mendengar dan mengasihinya.
Jadi kalimat kembali tenang juga ditujukan bagi kita orang-orang percaya yang hidup di masa ini.
Sesungguhnya stres sudah menjadi bagian hidup manusia sejak dari dahulu.
Terlebih di masa-masa sekarang ini ketika hidup sudah menjadi terasa lebih berat karena masalah-masalah yang ada, banyak orang menjadi mudah stres.
Salah satu tanda orang yang stres adalah gelisah yang berlebihan. "Gelisah berarti tidak tenteram, selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar lagi menanti, cemas," imbuh dia.
Baca Juga: Renungan Minggu: Takut yang Tuhan Kehendaki
Itu juga yang pernah dialami Daud saat terus dikejar-kejar oleh Saul yang berusaha membunuhnya.
Dalam kitab Pengkotbah dikatakan bahwa ketenangan hidup lebih dari apa pun, tak bisa dinilai dengan uang.
Apalah artinya punya harta melimpah tapi hidup dalam kegelisahan dan ketidaktenangan setiap hari?
"Segenggam ketenangan lebih baik dari pada dua genggam jerih payah dan usaha menjaring angin" (Pengkotbah 4:6).
Bagaimanapun juga masalah dan penderitaan adalah bagian dari hidup manusia, karena tak ada manusia di bumi ini yang tidak pernah berhadapan dengan masalah.
Tetapi tetap tenang dan tidak gelisah adalah sebuah keputusan dan pilihan hidup.
Jika kita mau mempercayakan hidup dan menyerahkan semua persoalan kepada Tuhan, kita tidak akan gelisah dan tetap tenang dalam menjalani hidup ini.
Sebab kita percaya "Sesungguhnya tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar;" (Yesaya 59:1).
Jadi kunci terbebas dari stres dan mengalami ketenangan hidup adalah senantiasa dekat dengan Tuhan.
Itulah yang dikatakan dan dialami oleh Daud: Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku (Mazmur 62:6).
Pastikan setiap kita kembali tenang bukan karena kita tidak punya masalah dan pergumulan, melainkan kita memiliki Allah yang selalu memelihara, menjaga dan menjamin hidup kita.
Yang jadi masalah itu bukan kemana kita pergi, tetapi dengan siapa kita melangkah.
’’Selamat masuk di Tahun Baru 2024. Imanuel, Tuhan Yesus memberkati,’’ serunya. (jif/fid)
Editor : Ainul Hafidz