JombangBanget.id - Pengasuh PP Darul Ulum Rejoso sekaligus Ketua MUI Jombang, KH Cholil Dahlan, menjelaskan pentingnya tafakkur alias berpikir.
’’Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Tafakkur satu jam lebih baik ketimbang ibadah 60 tahun lamanya,’’ tuturnya.
Yang dimaksud yakni berpikir tentang ciptaan Allah SWT yang membuat keyakinan kita kepada Allah subhanahu wa ta’ala semakin kuat.
’’Karena semua ciptaan merupakan bukti adanya Sang Pencipta yakni Allah SWT,’’ terangnya.
Sebagaimana disebutkan dalam QS Fussilat 53.
Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Alquran itu adalah benar.
Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?
Inilah sebabnya, Alquran banyak menantang kita agar berpikir. Seperti disebutkan dalam QS Al-Ghasyiyah 17-20.
Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana diciptakan, dan langit bagaimana ia ditinggikan?
Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan? Dan bumi bagaimana ia dihamparkan? Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan.
Orang yang berpikir dengan benar, pasti akan menemukan bahwa semua itu diciptakan Allah SWT.
Dan semua itu merupakan tanda kekuasaan Allah SWT.
Semua yang ada di alam semesta ini adalah tanda-tanda kekuasaan Allah SWT bagi orang yang berpikir.
Sebagaimana yang tersurat dalam QS Ali ‘Imron 191-192.
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.
Yaitu orang-orang yang mengingat Allah SWT sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): ’’Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.’’
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam melihat suatu kaum, lalu ditanya: ’’Mengapakah kamu?’’ Mereka menjawab: ’’Kami sedang memikirkan zat Allah.’’ Nabi bersabda: Berpikirkah tentang makhluk Allah, dan jangan memikirkan zat Allah, maka sungguh kamu tidak dapat memperkirakannya (menjangkaunya), atau membatasi kebesaran-Nya.
’’Rasulullah bersabda; Berpikir tentang akhirat membuat hati bersinar terang. Berpikir tentang dunia membuat hati gelap,’’ jelasnya.
Berpikir tentang kematian dan kubur membuat kita semangat amal. Berpikir tentang neraka membuat kita takut dosa.
Berpikir tentang surga membuat kita termotivasi.
Ibnu Athaillah berkata; Tafakkur adalah cahaya hati. Bila padam, maka tidak ada penerangan di hati.
Hati yang kosong dari tafakkur, yang tidak merenungkan kebesaran kekuasaan Allah SWT, adalah hati yang kosong dari cahaya, yang gelap karena diliputi oleh kebodohan dan tipu daya.
Warga toriqoh dibimbing zikir dengan kaifiyah dan haiah tertentu agar zikir mudah masuk ke dalam hati.
Jika zikir sudah masuk ke dalam hati, maka akan bisa menangkap tanda-tanda kekuasaan Allah SWT melalui asma dan sifat-sifatNya maupun ciptaanNya.
’’Agar hati bersinar, santri ketika belajar jangan diniati mencari dunia. Tapi carilah akhirat,’’ pesannya. Santri yang belajar karena dunia, tidak akan segan ngerpek atau mencontek. ’’Kerpekan atau contekan itu biasanya setelah dipakai dibuang. Santri yang suka ngerpek, di masyarakat tidak akan manfaat,’’ pesannya. (jif/naz/fid)
Editor : Ainul Hafidz