JombangBanget.id – Batik Jombang karya UMKM Desa Mojotrisno menunjukkan daya saing di panggung nasional.
Itu setelah busana karya Art Shop Batik Kluwer masuk tiga terbaik dalam Batik In Motion 2026 di Probolinggo, Jumat (4/9).
Ketua Dekranasda Kabupaten Jombang, Yuliati Nugrahani Warsubi, punya komitmen tinggi untuk mempromosikan batik khas Jombang ke kancah nasional.
Baca Juga: SPPG Mangunan Jombang Disidak, Alat Cek Air hingga Sealer Bermasalah
Mengenakan busana berbahan batik karya Art Shop Batik Kluwer, penampilannya berhasil masuk tiga terbaik dalam gathering Ladies of Batik yang digelar Jumat (4/9).
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jombang ini tampil mengenakan busana berbahan batik Jombang karya Art Shop Batik Kluwer, milik Abidah, pelaku UMKM asal Dusun Sanan Timur, Desa Mojotrisno, Kecamatan Mojoagung.
Pilihan itu sekaligus menjadi bentuk dukungan Yuliati terhadap karya perajin dan pelaku UMKM lokal.
Sebelum mengenakannya di Probolinggo, dia terlebih dahulu berkunjung ke Art Shop Batik Kluwer.
Baca Juga: Segel Kios Pasar Jombang Bisa Dilepas, Ini Syaratnya
Di sana, Yuliati berdialog langsung dengan Abidah yang telah menekuni dunia desain dan jahit sejak 2000.
Dari pertemuan tersebut, Yuliati melihat potensi batik Jombang untuk dikembangkan menjadi busana yang lebih modern.
Tidak hanya cocok untuk acara resmi, tetapi juga bisa mengikuti perkembangan selera fashion.
”Kalau bisa memakai batik Jombang, kenapa tidak? Kita punya banyak kain yang bagus dan desainer yang kreatif. Tinggal bagaimana kita membuat desain yang bagus dan modern,’’ kata tokoh perempuan kelahiran Jombang, 5 Juli 1970 ini.
Pilihan tersebut ternyata mendapat apresiasi.
Baca Juga: SPPG Mangunan Jombang Terancam Sanksi, Buntut Dugaan Keracunan MBG
Dalam gelaran Batik In Motion 2026, penampilan Yuliati dengan busana berbahan batik Jombang berhasil masuk tiga terbaik.
Busana tersebut tampil dengan perpaduan warna merah muda, hijau, dan cokelat.
Kombinasi tersebut membuat batik terlihat segar sekaligus elegan.
Motif flora yang dipadukan dengan bentuk fauna ekspresif kemudian dikemas menjadi setelan feminin dengan sentuhan modern.
Baca Juga: Janji Berangkat Meleset, 58 Jemaah Umrah Jombang Masih Tertahan
’’Batik Jombang tidak harus selalu tampil dalam bentuk yang kaku atau konvensional. Dengan kreativitas desainer lokal, kain batik dapat diolah menjadi busana yang lebih modern, anggun, dan sesuai dengan berbagai kesempatan,’’ terang istri Bupati Jombang Warsubi ini.
Sebagai Ketua Dekranasda Kabupaten Jombang periode 2025-2030, Yuliati memiliki perhatian besar terhadap pengembangan UMKM.
Bersama perannya sebagai Bunda Literasi, dia membawa komitmen untuk mendorong UMKM naik kelas serta memperkuat peran perempuan. (ang/jif)
Editor : Ainul Hafidz