JombangBanget.id - Perjalanan karir Amiroh SKom MKom, di dunia pendidikan menunjukkan konsistensi dan dedikasi panjang yang berbuah berbagai prestasi bergengsi.
Baik di tingkat nasional hingga internasional.
Perempuan kelahiran Gresik, 27 Januari 1977 ini memulai pendidikannya di MI Ngampel Manyar Gresik. Kemudian melanjutkan ke MTs dan MA Assa’adah Bungah Gresik.
Ia kemudian menempuh pendidikan tinggi di bidang teknologi. Mulai dari D3 Manajemen Informatika Komputer dan S1 Teknik Informatika di Universitas Darul Ulum Jombang.
Baca Juga: Kepala SMKN 2 Jombang Amiroh, Sosok Kartini Masa Kini di Dunia Pendidikan Vokasi
S2 Teknik Informatika di Sekolah Tinggi Teknik Surabaya. Sekarang dia tengah menempuh S3 Teknologi Pendidikan di Universitas Negeri Surabaya.
Karienya dimulai sebagai pengajar di SMK Telkom Darul Ulum Peterongan Jombang pada 1999-2001. Ia juga mengajar di SMA Darul Ulum 2 Peterongan (2000-2010).
Serta menjadi dosen di STIKES ICME Jombang (2008-2009). Kemudian melanjutkan pengabdian sebagai pengajar di SMK Negeri 3 Jombang mulai 2010 hingga 2022.
Kiprahnya berlanjut sebagai Kepala SMK Negeri Kudu Jombang (2022-2025). Plt Kepala SMK Negeri Kabuh (2025).
Hingga kini menjabat sebagai Kepala SMK Negeri 2 Jombang sejak 2025.
Sepanjang perjalanan tersebut, Amiroh menorehkan banyak prestasi baik ditingkat nasional maupun internasional.
Dengan deretan capaian tersebut, Amiroh menjadi salah satu figur inspiratif di dunia pendidikan dari kalangan perempuan. Khususnya dalam pengembangan pembelajaran berbasis teknologi.
Ia menegaskan, kontribusi perempuan dalam pembangunan dapat dilakukan melalui berbagai peran, termasuk sebagai pendidik dan pemimpin.
Baca Juga: Kepala SMAN Bareng Jombang, Anik Noerachini Maknai Hari Kartini sebagai Refleksi Pendidikan Keluarga
Baginya, membangun ekosistem sekolah yang inovatif serta mendorong guru dan siswa untuk terus berkembang adalah bentuk nyata kontribusi tersebut.
Ke depan, ia berharap semakin banyak perempuan yang berani mengambil peran dan terus meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan dan pengalaman.
’’Perempuan harus percaya pada dirinya, berani bermimpi, dan tidak berhenti belajar,’’ ungkapnya. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz