Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Profil Muhammad Falahuddin Rifqie Fanani, Pesilat Cilik Jombang dengan Sederet Prestasi

Wenny Rosalina • Rabu, 5 November 2025 | 15:02 WIB
Muhammad Falahuddin Rifqie Fanani
Muhammad Falahuddin Rifqie Fanani

JombangBanget.id –  Tidak banyak anak-anak di Jombang yang berhasil meraih segudang prestasi di pencak silat.

Salah satu di antara yang sedikit itu, adalah Muhammad Falahuddin Rifqie Fanani.

Meski baru mengenal pencak silat dua tahun terakhir, sederet prestasi sudah berhasil diraih.

’’Anaknya sangat semangat dalam berlatih. Tidak peduli hujan tetap latihan. Meski dari Mojoagung ke Jombang, selalu tepat waktu,’’ kata sang ayah, Muhammad Arief Fanani, bangga.

Falah, sapaan Muhammad Falahuddin Rifqie Fanani, kini duduk di kelas 5 MI Muhammadiyah 1 Jombang.

Dia baru setahun ikut kejuaraan. Namun rentetan prestasinya membuat sang ayah tak henti mengucap syukur.

Putra bungsu pasangan Muhammad Arief Fanani dan Rita Darmawati ini lahir di Jombang pada 3 Maret 2015.

Tubuhnya kecil, tetapi keberaniannya besar. Ketertarikannya pada pencak silat bermula saat mengikuti ekstrakurikuler Tapak Suci di sekolah sejak kelas 3.

Dari situ, bakatnya terpantau. Melalui seleksi, ia terpilih untuk ikut kejuaraan nasional di Surabaya.

’’Awalnya saya dan istri khawatir karena dia kecil sekali. Tapi dia pemberani. Maka kami dukung,’’ kata ayah Falah.

Kejuaraan nasional pertamanya justru menjadi titik balik. Dalam turnamen nasional Tapak Suci Chusnan David Cup 2024 di Surabaya, Falah sukses meraih medali perak di nomor tanding kelas A usia dini.

’’Itu yang membuat dia benar-benar semangat. Pulang-pulang langsung bilang ingin latihan lebih serius,’’ kenang Fanani.

Sejak itu, Fanani memasukkan Falah ke Tapak Suci Cabang PAY Kontingen Semut Merah.

Latihan dilaksanakan di belakang RS Muhammadiyah Jombang, dua kali seminggu. Setiap Rabu dan Sabtu. Ditambah ekstrakurikuler sekolah setiap Jumat.

Di luar itu, Falah masih sering berlatih fisik di rumah. Sesekali latihan lari di lapangan dekat rumah.

Juga skipping, dan latihan fisik lainnya. ’’Kalau sedang longgar dan mood bagus, saya dampingi. Ada beberapa fasilitas di rumah untuk latihan fisik,’’ tuturnya.

Hasilnya terlihat cepat. Dalam satu tahun, Falah mengikuti enam kejuaraan dan membawa pulang sederet medali.

Perak di Chusnan David Cup 2024 Surabaya. Perunggu di Unesa Pencak Silat National Challenge II. Emas di Jombang Pencak Silat Tournament 2025, kelas C usia dini II putra.

Pesilat Terbaik Usia Dini Putra pada Jombang Pencak Silat Tournament 2025. Perak di Tapak Suci Student National Championship 2025 Malang. Perunggu di Madinah Van Java Championship 2025 Pasuruan. Serta emas di Sumpah Amukti Palapa Championship 2025

Sejak awal, Fanani menanamkan prinsip, pencak silat bukan untuk gagah-gagahan. ’’Olahraga ini untuk bela diri, menjaga diri, dan meraih prestasi. Bukan untuk gaya-gayaan,’’ tegasnya.

Menariknya, perjalanan Falah juga memotivasi kakaknya, Muhammad Fakhruddin Ardhan Fanani, kelas 8 SMPN 1 Jombang.

Ardhan yang semula tidak terlalu tertarik pada pencak silat akhirnya mengikuti jejak adiknya.

Kedisiplinan yang sama ketatnya membawanya meraih hasil maksimal.  Baru enam bulan bergabung, ia sudah menyumbang medali di beberapa kejuaraan.

Medali perak pada Jombang Pencak Silat Turnament 2025, kelas C pra remaja putra. Perunggu Tapak Suci Student National Championship 2025 di Malang,  kelas D putra SMP.

Medali emas Madinah Van Java Championship 2025 di Pasuruan kelas D pra remaja. Serta medali emas Sumpah Amukti Palapa Championship 2025, kelas D pra remaja.

Prestasi kakak-beradik ini justru saling memacu. ’’Keduanya saling menyemangati. Kalau adiknya menang, kakaknya ikut terpacu, begitu juga sebaliknya,’’ tutur Fanani.

Soal masa depan, Fanani memilih mengikuti alur perkembangan putranya. ’’Saya tidak memaksakan. Mengalir saja. Yang jelas, kalau ada event, jam latihan biasanya ditambah. Semua sesuai kebutuhan dan arahan pelatih,’’ ujarnya.

Satu hal yang pasti, Fanani tahu betul cita-cita si kecil Falah ingin menjadi atlet. Sebuah impian yang semakin hari semakin terlihat jalannya.

Sebagai orang tua, Fanani mengucapkan terima kasih kepada pelatih dan sekolah yang telah memberikan dukungan penuh untuk pengembangan prestasi putranya.

’’Sekolah anak kami di MI Muhammadiyah 1 dan SMPN 1 Jombang sangat mendukung sekali, itu sangat berpengaruh pada semangat anak-anak dalam meraih prestasi,’’ jelasnya.

Senang Berorganisasi dan Futsal

Kemampuan Falah tidak berhenti pada gelanggang pencak silat. Di sekolah, siswa kelas 5 MI Muhammadiyah 1 Jombang itu menunjukkan karakter kepemimpinan yang matang.

Ia terpilih menjadi kandidat ketua Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). Menandakan keberaniannya juga muncul dalam ruang organisasi.

’’Saya tertarik di organisasi, karena di organisasi saya dapat memiliki banyak teman, orang tua juga sangat mendukung,’’ kata Falah.

Dia aktif mengikuti berbagai kegiatan di sekolah. Selain Tapak Suci, juga ekstrakurikuler futsal seminggu sekali sebagai hobi lain.

’’Saya suka futsal, sempat ingin gabung klub juga. Tapi belum dapat izin dari orang tua, karena jadwalnya terlalu padat, jadi untuk sementara fokus di pencak silat dulu,’’ ungkapnya bersemangat.

Aktivitasnya yang padat tidak mengurangi disiplin ibadah. Setiap hari, Falah menghabiskan waktu sore hingga malam dengan ritme yang teratur.

’’Sampai rumah hampir Magrib, lanjut ke masjid salat jamaah, dan Isya jamaah lagi,’’ ungkapnya.

Karakter Falah yang mampu menyeimbangkan prestasi, organisasi, hobi, dan ibadah menunjukkan, ia bukan sekadar atlet usia dini.

Ia sedang tumbuh sebagai sosok yang disiplin, tangguh, dan memiliki jiwa kepemimpinan.

Ini modal besar untuk perjalanan panjangnya sebagai atlet sekaligus pelajar berprestasi. (wen/jif)

Editor : Ainul Hafidz
#Berprestasi #pesilat #Jombang #cilik