JombangBanget.id - Di balik kesibukannya sebagai akademisi dan aktivis organisasi, Dr Ir Hj Emmy Hamidah MP tetap menempatkan keluarga sebagai prioritas utama.
Ibu dari tiga anak dan lagi menunggu kelahiran cucu pertama ini memiliki prinsip mendidik dengan demokratis dan penuh keterbukaan.
Emmy menikah pada tahun 1993 dengan H Effendi Harahap (Alm) dikarunia tiga orang putra – putri.
Putra pertamanya merupakan lulusan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) dan kini bertugas di Bea Cukai Morowali.
Putra keduanya baru saja lulus sekolah dan memilih jalur wiraswasta, sementara putri bungsunya perempuan satu-satunya tahun ini baru lulus dari SMA Negeri 2 Jombang dan diterima di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, jurusan S1 Akuntansi.
Menurut Emmy, setiap anak memiliki jalan dan passion masing-masing.
Tugas orang tua, kata dia, bukan memaksa menjadi apa, melainkan mendampingi dan mengarahkan apa yang menjadi pilihannya.
”Masalah pendidikan saya ini tipe demokratis, yang penting anak bertanggung jawab dengan pilihannya. Orang tua hanya mengarahkan, bukan menjadikan mereka seperti yang kita inginkan,” ujarnya.
Keterbukaan menjadi kunci dalam hubungan dengan ketiga buah hatinya.
Emmy berusaha menjadi ibu sekaligus sahabat, tempat anak-anaknya bisa bercerita apa saja, termasuk soal pendidikan, pekerjaan dan pertemanan bahkan masalah cinta sekalipun.
”Kalau ada yang mendekati, anak saya cerita. Jadi saya tenang, mereka juga nyaman, kita mendidik anak sesuai dengan zamannya,” tambahnya.
Baca Juga: Anti Main HP di Kelas, Begini Cara Unik Guru SMAN 3 Jombang Bangun Disiplin Siswa Tanpa Drama
Selain membangun komunikasi yang akrab, Emmy juga menanamkan pendidikan agama sejak dini.
Putri yang bungsu semasa sekolah di SMPN 3 Peterongan, juga nyantri di Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso.
Ia meyakini bekal keimanan penting untuk menjadi pegangan dalam kehidupan mereka.
Emmy muda memiliki hobi olahraga. Namun itu dulu saat ia masih muda.
Kini hobinya berorganisasi sekaligus healing jalan-jalan dengan teman-teman komunitasnya untuk meningkatkan imun.
Ia cukup aktif di bidang olahraga, saat duduk di bangku SMA Muhammadiyah 1, ia pernah menjadi juara 1 tingkat kabupaten olahraga tenis meja beregu.
Sayangnya ia kalah di tingkat provinsi.
”Sekarang ya masih bisa, kadang main kalau pas ada momen di kampus maupun di luar kampus tapi nggak se-intens dulu,” pungkasnya. (wen/naz)
Editor : Ainul Hafidz