JombangBanget.id - Siti Muslihatul Mukaromah, S.Hum, M.A merupakan salah satu guru muda berprestasi di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 7 Jombang.
Semangat belajarnya berapi-api, menyukai tantangan, memiliki sejuta pengalaman, dan prestasi.
”Saat kuliah saya fokus kuliah dan melakukan pengembangan diri mulai dari ikut organisasi ekstra dan intra kampus,” kata ibu satu anak ini.
Wanita kelahiran Blitar, 9 mei 1993 ini, kini tinggal di Dusun Grobogan, Desa Karangpakis, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang.
Rahma, sapaan akrabnya, mengenyam pendidijan dasar di bangku MI Miftahul Huda, Wonodadi, Blitar (lulus 2005).
Lanjut ke SMP Muallimin Wonodadi, Blitar (lulus 2008), dan MA Maarif Udanawu, Blitar (lulus 2011).
Rahma menempuh kuliah S1 Ilmu Sejarah di Universitas Airlangga Surabaya (lulus 2015).
Kemudian ia melanjutkan S2 pada Ilmu Sejarah Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (lulus 2019). Berkat prestasinya, ia menempuh kuliah dengan beasiswa.
Saat S1 ia dapat beasiswa bidik misi, dan S2 ia dapat beasiswa LPDP Kementerian Keuangan.
Masa mudanya ia habiskan di organisasi baik internal maupun eksternal kampus.
Hingga Rahma berkesempatan untuk mengikuti forum internasional yaitu Fourth International Conference of the International Council for Historical and Cultural Coperation Southeast Asia (ICHCC-SEA) di Manila, Filipina tahun 2017.
Baca Juga: Selalu Punya Gebrakan Program Baru, Berikut Profil Kepala MAN 8 Jombang Dra Farida Priyatna MM
Juga The International Symposium on Social Sciences and Management (ISSSM) di Osaka, Jepang pada tahun 2018, dan di Filipina 2017.
”Pada momen itu saya juga berkunjung ke Singapura pada tahun 2017 dan Malaysia tahun 2018,” katanya.
Setelah lulus S2, ia mencoba peruntungan mendaftar CPNS di Kemenag. Sekali coba ia langsung lolos dan ditempatkan di MAN 7 Jombang.
Sederet prestasi juga berhasil didapatkan sejak menjadi guru.
Pada 2022 ia menjadi juara 3 lomba menulis cerita tingkat nasional Semarak Hari Guru Nasional yang diadakan Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Battuta Medan, Sumatera Utara.
Berkat pengalaman dan prestasinya, di madrasah ia juga ditunjuk sebagai pembimbing lomba internasional.
Pada event International Jogja Youth Camp 2023 di Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Sunan kalijaga Yogyakarta.
Dan International Competition base on innovation developmemnt global youth innovators competition (GYIC) 2024 di Semarang.
Rahma juga menjadi pembimbing lomba nasional dan berhasil meraih juara 2 lomba karya ilmiah remaja dalam ajang Festival Pendidikan Indonesia 2024 yang diadakan Fakultas Ilmu Pendidikan Unesa Surabaya.
Juga menjadi juara 2 dan juara harapan 2 pada lomba essay pertanian nasional dalam ajang Hari Lahir Fakuktas Pertanian Universitas Islam Kediri.
Selain membimbing siswa, ia sendiri juga suka menulis. Ia aktif menulis artikel dan jurnal sejak 2015 hingga 2024.
”Silakan mengunjungi akun Google scholar Siti Muslihatul Mukaromah, akan ada banyak karya saya di sana,” ungkapnya.
Rahma begitu menyukai tantangan. Kompetisi-kompetisi yang ia ikuti baik sebagai peserta maupun sebagai pembimbing dapat membentuk diri untuk terbiasa bersaing dan meningkatkan diri dengan perkembangan dunia luar.
”Meskipun bahasa Inggris saya tidak lancar, tetap harus berkompetisi untuk mendapatkan pengalaman daripada tidak mencoba sama sekali dan pasrah dengan kekurangan,” jelasnya.
Belajar juga mengamalkan ilmu sebanyak-banyaknya menjadi keinginan terkuatnya saat ini.
”Apabila seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakan,” tuturnya.
Ibu satu anak yang kini sedang mengandung anak kedua ini juga berkeinginan untuk melanjutkan program doktor.
”Ingin lanjut tapi nunggu anak-anak sudah siap dan sudah melewati masa golden age. Fokus saat ini adalah keluarga,” ungkapnya. (wen/naz)
Editor : Ainul Hafidz