JombangBanget.id - Ana Arisanti SE MSi merupakan gambaran sosok wanita yang mandiri dan berilmu.
Menurutnya, sangat penting wanita bisa berdiri diatas kakinya sendiri.
Tidak bergantung kepada orang lain, dan terus memperkaya diri dengan ilmu.
’’Saya dididik ibu saya untuk menjadi wanita yang mandiri, memiliki penghasilan sendiri, agar tidak bergantung kepada siapapun,’’ kata warga Desa Mojongapit Kecamatan Jombang ini.
Lahir di Jombang 22 Januari 1980, Ana memulai pendidikan di SDN Mojongapit 2 lulus 1992.
Kemudian lulus SMPN 2 Jombang 1995 dan SMAN 2 Jombang 1998.
Ia lulus S1 jurusan manajemen Fakultas Ekonomi Undar Jombang 2003.
Setahun setelah sarjana, Ana mencoba peruntungan mendaftar CPNS.
Ia dinyatakan lolos pada 2004, dan surat perintah memulai tanggal (SPMT)-nya berlaku mulai 2005.
Tempat kerja pertamanya di Dinas Pasar Jombang. Ia menjadi staf hingga 2009.
Kemudian bergeser ke Bagian Umum Setdakab Jombang sampai 2019.
Baca Juga: Ulin Yudhawati SSi MPd Sosok Wanita Asal Jombang yang Suka Belajar dan Berprestasi
Ana lantas dipromosikan sebagai kepala sub bagian penyusunan program dan evaluasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang hingga 2023.
Sekarang, dia menjabat kepala bidang pemberdayaan dan pengembangan koperasi pada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Jombang.
Ditengah kesibukannya, Ana terus mengupgrade keilmuan. Ia kuliah lagi di Undar pada jenjang S2 dan lulus 2010.
Terbiasa bekerja sejak lulus kuliah, Ana menjadi sosok wanita yang mandiri secara ekonomi.
’’Ekonomi bukan satu-satunya tujuan wanita. Tapi ekonomi atau menjadi wanita pekerja membuat hidup wanita lebih berarti,’’ kata Ana.
Sama pentingnya dengan ekonomi, pendidikan bagi wanita menurutnya juga sangat penting.
Apalagi sebagai wanita pekerja, ilmu sangat penting untuk memperkaya wawasan dan intelektualnya.
Untuk wanita secara umum, ilmu menurutnya juga penting. Dan tidak harus ilmu yang dicari di lembaga pendidikan formal.
’’Ilmu bisa didapatkan dari mana saja yang penting mengasah pengetahuan dan intelektual kita. Bisa dari media, buku-buku, belajar ke orang yang lebih berilmu, dari teman juga bisa,’’ jelasnya.
Kepada kedua putrinya, Nasywa Aulia Rabbani dan Rachel Marsya Valerina, ia juga menanamkan prinsip yang sama, wanita harus mandiri dan berpendidikan.
Yang paling utama dalam pendidikan kedua putrinya adalah akhlak.
Sehingga anak-anaknya bisa menghormati orang lain, berterimakasih, dan menjaga adabnya ketika berada di depan orang lain.
’’Adab lebih penting daripada ilmu, adab dulu ditekankan, baru ilmu,’’ ungkapnya.
Baca Juga: Maya Novita Sekretaris Komisi C DPRD Jombang: Wanita Harus Mandiri dan Multitalenta
Tentang pendidikan, Ana tak mengekang anak-anaknya. Ia tak ingin memaksakan kehendaknya kepada anak-anaknya.
Menurutnya, tugas orang tua hanya mengarahkan sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki anak.
’’Saya bukan orang tua yang suka memaksakan kehendak, semua pilihan ada ditangan anak-anak,’’ urainya. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz