Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Segera Lakukan Deteksi Dini Kanker Prostat tanpa Risiko dengan Menggunakan MRI

Anggi Fridianto • Rabu, 13 Desember 2023 | 14:00 WIB
Photo
Photo

Jombangbanget.id - Apa itu MRI? MRI (Magnetic Resonance Imaging) merupakan pemeriksaan organ tubuh yang dilakukan dengan menggunakan teknologi magnet dan gelombang radio.

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendapatkan hasil gambar organ, tulang, dan jaringan di dalam tubuh secara rinci dan detail. 

Pemeriksaan MRI ini banyak dilakukan di dalam dunia medis, untuk menjadi penunjang diagnosis para dokter spesialis.

Kenapa harus MRI? Karena terdapat beberapa manfaat dari pemeriksaan MRI yaitu; dapat mendeteksi penyakit seperti kanker prostat, payudara, cervix, abnormalitas pada sendi dan tulang belakang, dan juga tumor pada otak, dan lain-lain.

 Pemeriksaan MRI ini berbeda dengan pemeriksaan alat kesehatan pada umumnya.

Seperti, pesawat konvensional X-ray, CT-Scan, USG, dan kedokteran nuklir.

Mekanisme cara kerja alat MRI ini tidak menimbulkan bahaya radiasi sama sekali, hanya saja menimbulkan suara yang agak berisik.

Oleh karena itu, ketika dilakukannya pemeriksaan MRI, pasien akan diberikan headphone untuk meminimalisir suara dari alat MRI.

Pasien juga bisa sambil mendengarkan music agar bisa sedikit rileks saat berjalannya pemeriksaan MRI.

Namun tenang saja, operator akan memantau Anda lewat layar monitor selama pemeriksaan berlangsung.

Pada alat MRI ini juga disediakan emergency bell, jika sewaktu-waktu Anda memerlukan bantuan operator.

Proses pemeriksaan MRI berlangsung selama 15 hingga 90 menit.

Selama pemeriksaan berlangsung, pasien diinstruksikan untuk tidak melakukan pergerakan agar mendapatkan gambaran hasil yang lebih baik.

Pada artikel ini, kami akan mengulik lebih lanjut mengenai pemeriksaan MRI prostat terutama adanya kanker prostat yang sering terjadi pada kaum laki-laki.

Sudahkah Anda menerapkan pola hidup sehat ?

  Pola hidup sehat seharusnya diterapkan oleh setiap manusia, karena kita tidak pernah tau darimana faktor datangnya suatu penyakit.

Sel kanker dapat terjadi di mana saja dan pada siapa saja.

Biasanya sel kanker terdapat pada setiap tubuh manusia, hanya saja ada yang berkembang ada yang tidak.

Sel kanker ini juga dapat menyerang alat kelamin. Kanker yang sering ditemui pada alat kelamin laki-laki yaitu kanker prostat.

  Mendengar penegakan diagnosa dari dokter perihal kanker prostat, tentu membuat penderita khawatir akan keberlangsungan hidupnya.

Namun jangan panik, alat radiologi yang canggih ini siap membantu penderita untuk melakukan step by step dalam pemeriksaannya, dan memudahkan dokter dalam mengambil langkah pengobatan selanjutnya.

  Lalu, bagaimana sih prosedur yang akan dilakukan pada pemeriksaan MRI prostat ini?

Langkah pertama yang harus dilakukan pasien yaitu cek darah yang meliputi, BUN, kreatinin, dan PSA.

Langkah kedua, pasien menandatangani form pesetujuan tindakan atau biasa disebut informed consent, dilakukan skrinning oleh radiografer, memberi instruksi untuk pasien agar melepaskan benda-benda yang mengandung logam, seperti ikat pinggang, perhiasan dan lain-lain.

Pasien juga diminta untuk mengosongkan kandung kemih dengan buang air kecil terlebih dahulu sebelum pemeriksaan berlangsung.

Kemudian pasien akan supine (tidur telentang) di meja pemeriksaan dan tidak diperkenankan bergerak saat pemeriksaan dimulai hingga selesai.

Tahapan selanjutnya dilakukan pemindaian gambaran yang dilakukan tanpa menggunakan media kontras terlebih dahulu, lalu di tengah jalannya pemeriksaan dilakukan penyuntikan obat media kontras ke dalam pembuluh darah pasien melalui lengan (intravena) pasien oleh dokter spesialis radiologi ataupun perawat radiologi.

Obat tersebut dapat memberikan pewarnaan pada jaringan tertentu untuk menilai pembuluh darah dan juga mendeteksi kanker yang ada di prostat ataupun kanker yang telah menyebar ke jaringan tubuh lainnya. (*)

 

Oleh: Ulfa Safitri, Moh Ana Maulana Ikrom, Rona Sabilla , Almadinara Mutiara Amani.

*) Mahasiswa Prodi Teknologi Radiologi Pencitraan, Fakultas Vokasi, Universitas Airlangga Surabaya

 

 

 

 

Editor : Anggi Fridianto
#mri #kesehatan #dokter