JombangBanget.id – Sedikitnya 11 siswa SDN Purisemanding 1, Plandaan, Jombang, mengalami mual dan muntah usai menyantap menu MBG, Kamis (24/9).
Dinkes Jombang mengambil sampel makanan, susu, dan air untuk pemeriksaan laboratorium, setelah mencatat sekitar 1.615 penerima manfaat dari SPPG Plandaan.
Kepala Puskesmas Plandaan dr. Zusvina Aida Fitria menyebut keluhan yang dialami siswa berupa mual dan muntah. Setelah pemeriksaan, kondisi mereka membaik.
Baca Juga: Binrohtal: Jangan Hanya Cari Siapa yang Salah, Bercerminlah pada Diri
”Sudah semua pulang. Kondisinya baik,” ujarnya.
Senada, Kepala Dinas Kesehatan Jombang dr. Hexawan Tjahja Widada menegaskan tidak ada siswa yang dirawat inap.
”Diperiksa, diobservasi. Kondisinya bagus, sudah tidak mual-mual, mau makan dan minum banyak, ya dipulangkan,” katanya.
Hexawan menambahkan, penyebab keluhan belum dapat dipastikan. Dugaan terkait susu atau menu MBG masih menunggu hasil laboratorium.
Baca Juga: 102 Tiang Dicabut, Kabel Fiber Optik Semrawut Jalan Mayjend Sungkono Jombang Ditertibkan
”Secara pasti kita belum tahu. Nanti menunggu hasil lab,” jelasnya.
Tim Dinas Kesehatan Jombang turun ke lapangan mengambil sampel susu, seluruh menu MBG, serta air dari sekolah dan dapur SPPG Plandaan.
Penelusuran dilakukan karena jumlah siswa yang mengalami keluhan hanya 11 orang, sementara penerima manfaat MBG dari SPPG tersebut mencapai sekitar 1.615 orang.
”Penerima manfaatnya harusnya 1.615. Tapi kenapa cuma 11, itu yang masih kita telusuri,” ujarnya.
Menurut Hexawan, kemungkinan sumber keluhan juga bisa berasal dari luar MBG.
”Masih belum dipastikan. Bisa saja dia jajan atau apa,” katanya.
Baca Juga: Refund Jemaah Dijanjikan Maksimal 60 Hari, Kemenhaj Jombang Segera Panggil Bos PT Annisa
Saat dikonfirmasi, Aslap SPPG Plandaan Suganda membenarkan pihaknya menyalurkan MBG ke SDN Purisemanding 1.
Menu yang dibagikan terdiri dari nasi kuning, telur bumbu Bali, tumis wortel buncis, buah kurma, dan susu.
”Selain SDN Purisemanding 1, distribusi juga ke sekolah lain dan tidak ada masalah,” ujarnya.
Terkait keluhan 11 siswa, Suganda mengaku pihaknya belum mengetahui sumbernya.
”Kami tidak tahu dari mana. Yang jelas kami akan evaluasi lagi dan menunggu hasil pemeriksaan dari Dinkes Jombang,” pungkasnya. (riz/naz)
Editor : Ainul Hafidz