RSUD Jombang Lengkapi Layanan Kanker dengan Imunohistokimia

Anggi Fridianto • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 05:25 WIB
SOSIALISASI: Dokter Spesialis Patologi Anatomi RSUD Jombang, dr Agung Dwi Suprayitno SpPA, dalam program dialog Humas RSUD Menyapa dipandu Risqy Oktafriyanti AMd Keb, Selasa (8/9). (Anggi Fridianto/Radar Jombang)
SOSIALISASI: Dokter Spesialis Patologi Anatomi RSUD Jombang, dr Agung Dwi Suprayitno SpPA, dalam program dialog Humas RSUD Menyapa dipandu Risqy Oktafriyanti AMd Keb, Selasa (8/9). (Anggi Fridianto/Radar Jombang)

JombangBanget.id – RSUD Jombang mengembangkan layanan diagnostik kanker dengan menghadirkan pemeriksaan imunohistokimia di Instalasi Patologi Anatomi (PA) untuk membantu menentukan karakteristik kanker dan pilihan terapi pasien.

Kehadiran layanan itu menjadi salah satu inovasi RSUD Jombang dalam memperkuat pelayanan di bidang onkologi.

Pemeriksaan tidak hanya membantu memastikan diagnosis, tetapi juga memberikan gambaran terkait prognosis atau perjalanan penyakit pasien.

Baca Juga: Hasil Lab Keluar, Udang Saus Padang MBG di SMPN 1 Kabuh Jombang Positif Mengandung E Coli

’’Peran kami sebagai 'Gold Standard' diagnosis. Hasil pemeriksaan Patologi Anatomi (PA) sangat krusial untuk menentukan stadium dan jenis terapi yang paling tepat bagi pasien,’’ kata Dokter Spesialis Patologi Anatomi RSUD Jombang, dr Agung Dwi Suprayitno SpPA, saat menjadi narasumber dalam program dialog ”Humas RSUD Menyapa” dipandu Risqy Oktafriyanti AMd Keb, Selasa (8/9).

Pemeriksaan di Instalasi PA RSUD Jombang kini mencakup sejumlah metode. Mulai dari Fine Needle Aspiration Biopsy (FNAB), sitologi, histopatologi hingga imunohistokimia.

’’Imunohistokimia menjadi salah satu layanan yang dikembangkan untuk mendukung pemeriksaan berbagai jenis kanker,’’ terangnya.

Metode ini menggunakan penanda khusus untuk membantu mengidentifikasi karakteristik sel kanker.

Baca Juga: Sungai di Jombang Penuh Endapan dan Limbah Berbau Busuk, DLH Jombang Bilang Begini

Hasil pemeriksaan menjadi pertimbangan dokter dalam menentukan terapi yang paling sesuai bagi pasien.

’’Pemeriksaan Imunohistokimia ini bisa dimanfaatkan untuk semua jenis kanker, tidak hanya payudara,’’ ungkapnya.

Pemeriksaan imunohistokimia sering digunakan pada kasus kanker payudara. Hal itu sejalan dengan tingginya kasus kanker payudara di Kabupaten Jombang.

Pengembangan layanan juga terlihat dari kemampuan laboratorium PA dalam menangani berbagai jenis sampel. Laboratorium menerima sampel cairan untuk pemeriksaan sitologi.

Pemeriksaan dapat dilakukan terhadap cairan efusi pleura, cairan otak, cairan asites hingga urine pada kasus tertentu yang dicurigai mengarah pada keganasan.

Untuk mempercepat pelayanan, tiap pemeriksaan memiliki waktu penyelesaian berbeda. FNAB dapat diketahui dalam waktu sekitar 24 jam.

Baca Juga: Kemarau Panjang, Embung di Jombang Ini Kondisinya Mengenaskan

Sedangkan pemeriksaan sitologi termasuk Papsmear membutuhkan sekitar tiga hari kerja.

Sementara pemeriksaan histopatologi membutuhkan waktu tujuh hingga 14 hari kerja.

’’Imunohistokimia dapat diselesaikan sekitar tujuh hari kerja,’’ ucapnya.

Pengembangan layanan ini sekaligus memperkuat posisi Instalasi Patologi Anatomi RSUD Jombang sebagai bagian penting dalam proses diagnosis pasien.

 Baca Juga: Kemarau Panjang, Embung di Jombang Ini Kondisinya Mengenaskan

Setiap spesimen yang masuk akan melalui tahapan pemeriksaan hingga akhirnya dibaca dan dibuatkan ekspertise oleh dokter spesialis patologi anatomi.

Pelayanan didukung dua dokter spesialis, dr Agung Dwi Suprayitno, SpPA dan dr Tjondro Sasmoro SpPA.

Instalasi Patologi Anatomi RSUD Jombang melayani pasien setiap hari kerja pukul 08.00 hingga 15.00 WIB. (ang/jif)

Editor : Ainul Hafidz
Imunohistokimia kanker RSUD layanan Jombang