JombangBanget.id - Jumlah penderita penyakit tidak menular (PTM), khususnya diabetes melitus (DM) dan hipertensi (HT), di Jombang masih cukup tinggi.
Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang, pada 2024 sebanyak 36.035 penderita DM mendapatkan penanganan dari fasilitas kesehatan.
Sementara penderita HT yang ditangani sebanyak 323.938 orang.
’’Angka penderita diabetes melitus dan hipertensi setiap tahunnya cukup tinggi. Kedua penyakit ini menjadi perhatian serius karena masuk kategori penyakit tidak menular yang berisiko tinggi memicu komplikasi dan kematian,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan Jombang, dr Hexawan Tjahja Widada, (15/10).
Angka penanganan itu mendekati target yang ditetapkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Untuk penderita DM, capaian penanganan mencapai 98,7 persen, dari target 36.511 orang.
Sementara penanganan penderita HT mencapai 83,2 persen, dari target 389.447 orang.
Faktor risiko penderita DM beragam. Selain faktor keturunan atau genetik, pola hidup masyarakat juga sangat memengaruhi.
Perilaku makan yang tidak terkontrol. Tingginya konsumsi gula. Serta kurangnya aktivitas fisik menjadi pemicu utama.
Hipertensi memiliki faktor risiko hampir sama.
’’Yang berbahaya dari hipertensi, sifatnya yang sering tanpa gejala. Sekitar 80 persen penderita hipertensi tidak menyadari bahwa tekanan darahnya tinggi. Saat diperiksa baru diketahui, sehingga risikonya bisa lebih fatal,’’ ungkapnya.
Baik diabetes maupun hipertensi menjadi penyebab kematian yang cukup meresahkan.
Keduanya dapat menimbulkan komplikasi serius, seperti stroke, gagal ginjal, serangan jantung, hingga kebutaan.
Untuk mencegah peningkatan jumlah penderita, Dinkes Jombang terus mendorong masyarakat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Imbauan juga diberikan untuk menjaga pola makan, mengurangi konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak. Serta melakukan aktivitas fisik secara teratur.
’’Kami mengingatkan masyarakat agar rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, terutama cek gula darah dan tekanan darah. Bagi yang sudah terdiagnosis hipertensi, kepatuhan minum obat, olahraga teratur, dan perubahan gaya hidup sangat penting untuk mencegah komplikasi,’’ ungkapnya. (ang/jif)
Editor : Ainul Hafidz