JombangBanget.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ploso, Jombang terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Salah satunya dengan membuat program unggulan yang memudahkan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan.
’’Kami terus berupaya menghadirkan pelayanan terbaik dengan menambah fasilitas, meningkatkan kapasitas tenaga medis, serta mengembangkan berbagai program unggulan yang bermanfaat langsung bagi masyarakat,’’ kata Direktur RSUD Ploso, dr Hendri Marzuki.
Berdiri sejak 2013 sebagai pengembangan dari Puskesmas Ploso, RSUD Ploso awalnya berstatus sebagai Rumah Sakit Tipe D.
Seiring peningkatan kualitas layanan dan fasilitas, sejak Desember 2024 RSUD Ploso resmi naik kelas menjadi Rumah Sakit Tipe C.
Peningkatan status tersebut menjadi bukti nyata komitmen rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan yang prima, profesional, dan mudah diakses masyarakat Jombang bagian utara.
Tiga program unggulan dibuat. Sitarobmanis (Sistem Antar Obat Aman dan Gratis).
Ini layanan pengantaran obat secara gratis ke seluruh desa di Kecamatan Ploso dan beberapa desa di kecamatan lain. Seperti Tembelang, Megaluh, Plandaan, Kabuh, dan Kudu.
’’Program ini kami hadirkan agar pasien yang sudah pulang dari rumah sakit tetap bisa menerima obat secara aman tanpa harus datang kembali ke rumah sakit,’’ jelasnya.
Juga terdapat program Sipatimah (Sistem Pelayanan Telefarmasi Rumah Sakit).
Ini memungkinkan pasien berkonsultasi terkait penggunaan obat secara daring dengan apoteker rumah sakit.
Baca Juga: Punya Dokter Spesialis Baru, RSUD Ploso Jombang Tahun Ini Buka Poli THT
Program ini sangat membantu pasien untuk memastikan terapi obat tetap berjalan dengan benar meski dari rumah.
RSUD Ploso juga meluncurkan Siboba (Sistem Barcode Obat).
Ini sebagai bentuk inovasi digitalisasi dalam manajemen obat. Sistem ini menjamin keamanan, ketepatan, dan kecepatan pelayanan farmasi.
Sekaligus meminimalkan risiko kesalahan pemberian obat.
Ketiga inovasi RSUD Ploso tersebut mengikuti kompetisi Krenova yang diadakan Bappeda Jombang. Seluruhnya lolos seleksi administrasi dan menjadi lima besar.
’’Kami mempresentasikan inovasi ini ke Bappeda untuk dilakukan penilaian lebih lanjut. Hasil akhir masih belum diumumkan oleh Bappeda,’’ jelasnya.
Untuk SITAROBMANIS, pada 2024 telah berhasil menjadi juara 1 Krenova. Dengan pengembangan lebih lanjut, tahun ini berpartisipasi kembali dan lolos ke 5 besar.
’’Mudah-mudahan dapat mempertahankan predikat juara itu,’’ jelasnya. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz