JombangBanget.id – Kasus gagal jantung menjadi penyakit paling mematikan di Indonesia termasuk Jombang.
Data RSUD Jombang, total pasien meninggal dunia akibat gagal jantung mencapai 180 hingga 300 orang.
”Ya, gagal jantung termasuk 3 penyakit terbanyak di RSUD Jombang,” ujar Direktur RSUD Jombang dr Ma'murotus Sa'diyah, (13/7).
Dia menjelaskan, rata-rata kunjungan dengan keluhan sakit jantung per bulan mencapai 165 - 180 pasien, dengan diagnosa terbanyak acut myocard infarction dan heart failure atau gagal jantung.
”Dari jumlah itu, jumlah rata-rata kematian per bulan 15 - 25 pasien atau sekitar 180-300 pasien dalam setahun dengan penyebab kematian heart failure,’’ tambahnya.
Ning Eyik, sapaan akrabnya menyebut, kasus kematian akibat penyakit jantung memang cukup tinggi.
Pihaknya, mengaku sudah menyiapkan penenganan sesuai standar, mulai dokter profesional dan alat terbaru.
”Namun demikian, semua kembali pada kesadaran diri masing-masing untuk menjaga kesehatan,” jelas dia.
Dijelaskan, ada beberapa faktor yang membuat masyarakat terserang penyakit jantung.
Misalnya, disebabkan faktor makanan, faktor pola hidup maupun faktor-faktor komorbid yang disebabkan tekanan darah tinggi.
Ada pula faktor kolesterol tinggi, diabetes melitus, dan riwayat keluarga dengan penyakit jantung.
Baca Juga: Ini Tanda-tanda Peringatan Dini Serangan Jantung yang Patut Diwaspadai
Ia menuturkan, penyakit jantung dapat dicegah dengan melakukan beberapa cara.
Seperti mengatur pola makan, berolahraga teratur, tidak merokok, mengelola stres, mengontrol tekanan darah, mengontrol kadar gula darah, dan mengontrol kadar kolesterol.
”Dengan melakukan gaya hidup sehat maka dapat meningkatkan kesehatan jantung dan mengurangi risiko penyakit jantung,” jelas dia. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz