Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Analisis Kebudayaan Menggunakan Proteksi Radiasi pada Bidang Radiologi X-Ray Konvensional

Ainul Hafidz • Rabu, 25 Juni 2025 | 16:52 WIB
Photo
Photo

Pendahuluan

Dalam ranah radiografi X-ray tradisional, proteksi radiasi merupakan salah satu komponen penting dalam melindungi kesehatan pasien dan tenaga  profesional yang bekeja dalam bidang tersebut.

Paparan radiasi telah menjadi perhatian yang sangat signifikan karena meningkatnya penggunaan teknologi radiologi membantu dalam proses diagnostik medis.

Menggunakan peralatan pelindung radiasi adalah hal yang sangat central dari bagian menjaga keselamatan radiasi,dalam prosedur keselamtan radiasi.

Pekerja radiasi maupun pasien harus memiliki pemahaman menyeluruh tentang kelebihan dan kekurangan penggunaan radiasi dalam prosedur  radiologi.

Penting untuk mengintegrasikan perlindungan radiasi ke dalam prosedur praktik medis. Hal ini dapat dicapai dengan meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya keselamatan radiasi dan memberikan pendidikan serta pelatihan yang berkelanjutan.

Dengan menanamkan prinsip-prinsip perlindungan radiasi ke dalam budaya medis, dengan tercapainya proteksi yang menjadi bagian penting dalam budaya sebagai prosedur penggunaan radiasi, diharapkan angka kerugian akibat radiasi bisa berkurang.

Tinjauan Pustaka

a. Proteksi dan Radiologi
Teknologi radiologi pencitraan merupakan sebuah cabang dari kedokteran yang menggunakan teknologi pencitraan untuk mendiagnosis dan menjadi panduan dalam perawatan pasien.

Perlindungan radiasi merujuk pada sejumlah metode dan praktik yang bertujuan untuk melindungi staf medis dan pasien dari paparan radiasi yang berbahaya bagi tubuh.

Smith (2020) menegaskan bahwa untuk mengurangi bahaya kesehatan yang terkait dengan penggunaan teknologi radiologis, pemahaman yang mendalam tentang perlindungan radiasi sangatlah diperlukan.

Ini mencakup penggunaan alat pelindung, pengendalian paparan radiasi, dan penerapan prosedur operasi standar yang ketat. Dengan adanya keterkaitan antara proteksi dan radiologi, prosedur pencitraan akan lebih aman jika menggunakan perlindungan radiasi dalam prosedur pemeriksaan.

b. Kebudayaan dan Keselamatan

Cara seseorang dan masyarakat memandang kesehatan dan penyakit dipengaruhi oleh budaya.

Nilai-nilai, kepercayaan, dan praktik masyarakat dapat memengaruhi pandangan seseorang dan cara berperilaku terhadap penggunaan teknologi medis seperti radiologi.

Kebudayaan dapat memengaruhi cara orang melihat dampak atau risiko dan keuntungan prosedur medis.

Sebagai contoh, di beberapa budaya, pengobatan tradisional memiliki pengaruh yang kuat, yang dapat mengarah pada sikap skeptis terhadap teknologi medis modern.

Hal ini dapat menyebabkan individu atau kelompok masyarakat menghindari prosedur radiologi, meskipun prosedur tersebut mungkin diperlukan untuk membuat diagnosis yang akurat. (Brown dan Green 2019).

Hal ini membuktikan adanya keterkaitan antara kebudayaan dan keselamatan dan sangat  memengaruhi penerimaan praktik proteksi radiasi.

Hasil dan pembahasan

a. Presepsi Masyarakat Terhadap Radiasi

Menurut Brown dan Green (2019), budaya memiliki kekuatan untuk mempengaruhi bagaimana masyarakat umum memandang keuntungan dan kerugian dari operasi medis, yang pada gilirannya mempengaruhi apakah langkah-langkah perlindungan radiasi diterima.

Menurut temuan penelitian, terdapat variasi yang luas dalam cara pandang masyarakat umum terhadap radiasi.

Beberapa budaya menganggap teknologi medis sebagai terobosan yang harus disambut. Sementara yang lain memandang radiasi sebagai sesuatu yang berbahaya dan harus dihindari.

Hal ini menekankan betapa pentingnya komunikasi yang baik dan pendidikan dalam meningkatkan kesadaran publik tentang keuntungan dan kerugian radiasi.

 

b. Praktik Proteksi Radiasi

Budaya juga mempengaruhi prosedur keselamatan radiasi. Terdapat aturan eksplisit mengenai penggunaan pelindung radiasi di negara-negara dengan regulasi ketat, meskipun praktik ini mungkin tidak begitu dikenal di negara lain.

Menurut Kearney (2017), budaya tertentu memiliki pandangan bahwa penggunaan teknologi canggih dapat menggantikan metode tradisional yang lebih organik, yang dapat menyulitkan penerapan perlindungan radiasi secara efektif.

c. Implementasi Etis

Ada kekhawatiran etis mengenai penggunaan radiasi dalam radiografi, terutama terkait dengan persetujuan yang diinformasikan dan hak pasien untuk mengetahui bahaya yang terlibat dalam operasi medis.

Hodge dan Paul (2016) menekankan betapa pentingnya untuk menghargai latar belakang budaya pasien agar mereka sepenuhnya memahami keuntungan dan kerugian dari tindakan yang akan dilakukan.

Dalam peradaban yang memiliki nilai dan kepercayaan yang berbeda, hal ini menjadi semakin penting.

Kesimpulan

Analisis budaya dalam konteks perlindungan radiasi dalam prosedur X-ray konvensional menunjukkan bahwa nilai-nilai dan keyakinan masyarakat memiliki dampak yang cukup besar terhadap bagaiman cara perlindungan radiasi dipahami dan diterapkan pada prosedur medik.

Oleh karena itu, untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman perihal perlindungan radiasi, pekerja radiası  harus mempertimbangkan variabel budaya dalam kegiatan mereka.

Seperti contohnya selalu memberikan edukasi pada pasien saat pemeriksaan radio diagnostik tentang pentingnya penggunaan proteksi radiasi.

Dengan ini, diharapkan bahwa lingkungan yang lebih aman akan tercipta bagi pasien dan pekerja medis dengan penerapan  keselamatan radiasi ke dalam budaya praktik medis.

Dosen pengampu: WeniPurwanti, S.Si.,M.Si

Penulis:
Muhammad Rizal Dzaki Ammirulloh
Mahasiswa Prodi D4 Teknologi Radiologi Pencitraan
Universitas Airlangga
(413241115-2G) 

Editor : Ainul Hafidz
#radiasi #xray #proteksi