JombangBanget.id – Penyebaran kasus TBC (Tuberkulosis) di Jombang cukup mengkhawatirkan.
Sejak awal tahun, Dinas Kesehatan Jombang mencatat sebanyak 160 warga menderita penyakit menular ini.
Seluruh pasien hingga kini masih menjalani pengobatan.
”Trennya datar-datar aja, tapi kita terus melakukan pencarian dan pelacakan kasus TBC di lingkungan sekitar pasien TB,” kata Kepala Dinas Kesehatan Jombang dr Hexawan Tjahja Widada kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Pelacakan, lanjut dr Hexa, dilakukan terhadap keluarga yang tinggal serumah, hingga 10 rumah di sekitar pasien TBC.
Edukasi dan konseling kepada keluarga juga dilakukan, seperti batuk harus menutup mulut agar tidak terjadi penularan.
”Deteksi dini dilakukan agar penanganan lebih cepat. Jika ada yang terpapar segera kita tangani dengan memberikan obat,” katanya.
Banyak faktor yang menyebabkan penyakit TBC.
Yaitu kontak erat dengan pasien TBC, bisa juga penyebab lain seperti diabetes, faktor daya tahan tubuh dan lingkungan juga sangat berpengaruh.
”Pada cuaca seperti ini harus dijaga betul daya tahan tubuhnya, banyak makan, istirahat yang cukup supaya daya tahan tubuh tetap bagus,” ungkapnya.
Ditanya terkait persebaran kasus Covid-19, Hexa menyebut hingga kini Jombang masih nihil kasus Covid-19.
Baca Juga: Melalui Program Anting Berlian, Dinkes Jombang Optimistis Angka Stunting Turun Segini
Sementara itu, di RSUD Jombang, pasien TBC yang menjalani pengobatan juga sangat fluktuatif.
Sepanjang 2025 ada 206 pasien yang menjalani rawat inap.
Rinciannya, Januari 43 pasien, Februari ada 24 pasien, Maret 59 pasien, April 36 pasien, dan Mei 42 pasien.
”Sekarang (4/6) masih ada delapan yang menjalani rawat inap, kalau yang rawat jalan bulan Mei ada 33 pasien,” kata Direktur RSUD Jombang dr Ma'murotus Sa'diyah.
Pasien TBC harus menjalani pengobatan intens selama enam bulan berturut-turut.
Pasien TBC yang menjalani pengobatan di RSUD Jombang hanya untuk pasien yang sudah resisten obat dan ada penyakit lain atau komplikasi.
”Berobat selama enam bulan itu gratis dari pemerintah, obat juga disediakan di puskesmas untuk yang rawat jalan,” jelasnya.
Sementara ditanya soal pasien Covid-19, direktur yang akrab disapa Ning Eyik ini menegaskan jika tidak ada pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD Jombang sepanjang 2025.
”Untuk Covid-19 tidak ada,” pungkasnya. (wen/naz)
Editor : Ainul Hafidz