JombangBanget.id – Setelah sempat ditutup selama 20 hari, sebanyak 10 pasar hewan di Kabupaten Jombang kembali beroperasi.
Dinas Peternakan Jombang menilai, kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) sudah melandai, terlebih tren kesembuhan PMK dinilai terus meningkat.
Plt Kepala Dinas Peternakan Jombang M Saleh menyampaikan, kasus PMK di Jombang saat ini kian melandai.
Sehingga pasar hewan yang sempat ditutup selama 20 hari kembali dibuka.
”Mulai hari ini sudah beroperasi alias tidak kami perpanjang,’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang, Kamis (13/2).
Saleh menambahkan, meskipun ada tambahan kasus baru harian, namun jumlahnya tidak sebanyak dulu. ”Penambahan tetap ada, tapi tidak sebanyak dulu,’’ jelas dia.
Ia mengatakan, saat ini 10 pasar hewan yang tersebar di beberapa kecamatan sudah kembali dibuka.
Meski begitu, lanjut Saleh, bukan berarti upaya memutus mata rantai penyebaran PMK juga berhenti.
Justru, dengan dibukanya pasar hewan, membuat pihaknya mempercepat melakukan penanganan. ”Penanganan berupa vaksinasi terus kita lanjutkan,’’ jelas dia.
Ia menambahkan, vaksinasi PMK tahap dua telah dimulai. Pemkab Jombang telah mendapat jatah alokasi vaksinasi sebanyak 21.750 dosis.
Rinciannya, vaksin jenis Bioaftogen Oleo 50 mililiter (Ml) dari APBD Pemprov Jatim sebanyak 11.250 dosis. Vaksin jenis Afthovaks E (50) ml dari APBN sebanyak 10.500 dosis.
Baca Juga: Pemkab Jombang Tak Bisa Berikan Kompensasi, soal Sapi Mati Karena PMK
”Kita dapat jatah vaksin dari pemprov dan APBN. Mulai kemarin sudah kita mulai tahap 2,’’ jelas dia.
Sekadar diketahui, tren penyebaran kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Jombang cukup tinggi.
Per Senin (10/2), kasus PMK di Jombang mencapai 1.474 kasus. Rinciannya, sapi mati 97 ekor, sapi potong paksa 138 ekor, sembuh 968 ekor, dan masih sakit 271 ekor.
’’Tren penambahan kasus di minggu ini menurun, sedangkan pertambahan kasus baru harian rata-rata menurun, dan persentase kesembuhan terus meningkat,’’ kata Plt Kepala Dinas Peternakan Jombang, M Saleh. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz