JombangBanget.id – Harapan DPRD Jombang agar pemkab bisa memberikan kompensasi bagi peternak yang sapinya mati akibat penyakit mulut dan kuku (PMK) tampaknya tak bisa terwujud.
Sebab, salah satunya pemkab tak punya cantolan hukum untuk merealisasikan keinginan peternak tersebut.
Sekdakab Jombang Agus Purnomo menjelaskan, sudah membahas bersama OPD teknis terkait permintaan DPRD Jombang agar pemkab bisa memberikan ganti rugi bagi peternak yang sapinya mati akibat PMK.
”Jadi itu masih kita pertimbangkan karena sebelum kita melangkah harus ada regulasi yang jelas,’’ jelas dia.
Sejauh ini, kata dia, belum ada regulasi maupun cantolan hukum yang bisa dijadikan acuan pemberian kompensasi bagi peternak yang sapinya mati akibat terjangkit PMK.
Menurutnya, jika tak ada cantolan hukum maka sulit untuk merealisasikan hal tersebut.
”Kalau dari sisi regulasi tidak ada tentunya kita tidak bisa merealisasikan hal tersebut,’’ jelas dia.
Pria asli Lamongan ini menuturkan, saat ini pemkab akan terus berupaya menggenjot vaksinasi untuk memutus mata rantai penyebaran PMK di Jombang.
Pengadaan vaksinasi lewat anggaran belanja tidak terduga (BTT) juga sudah dilakukan. ”Jadi kita fokus terhadap vaksinasi PMK,’’ jelas dia.
Hal senada juga disampaikan Plt Kepala Dinas Peternakan Jombang M Saleh.
Ia mengatakan, kompensasi bagi peternak yang sapinya mati akibat PMK sejauh ini belum ada regulasi.
Baca Juga: Kasus PMK di Jombang Terus Melejit, Pemkab Jombang Tetapkan Status Darurat PMK
”Kami belum bisa memastikan itu (kompensasi), karena belum ada regulasi yang jelas,’’ papar dia.
Sejauh ini, regulasi yang diimplementasikan Pemkab Jombang terkait PMK adalah Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/31/013/2025 tentang Status Keadaan Darurat Bencana Non Alam Akibat Penyakit Mulut dan Kuku di Provinsi Jawa Timur, yang dikeluarkan pada 23 Januari 2025.
”Jadi fokus kami adalah vaksinasi yang sekarang dalam tahap usulan melalui BTT,’’ terangnya.
Saleh tak menampik, jumlah sapi mati akibat PMK terus bertambah. Laporan terakhir per 7 Februari lalu, jumlah kasus sapi mati bertambah jadi 96 ekor.
”Untuk hari Sabtu dan Minggu ini sistem masih maintenance (pemeliharaan) jadi kami belum dapat laporan terbaru. Tapi laporan teman-teman pada 7 Februari lalu, ada 96 ekor yang mati,’’ jelas dia.
Saleh menyebut, total kasus PMK di Jombang saat ini mencapai 1.448 ekor, potong paksa 136 ekor, sembuh 948 ekor dan sakit 268 ekor.
”Vaksinasi massal insya Allah kita jalankan besok (hari ini) setelah bantuan vaksin dari Pemprov Jatim turun,’’ pungkasnya. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz