Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Kasus DBD di Jombang Naik Lagi, Dinkes Sebut Karena Peralihan Cuaca

Wenny Rosalina • Jumat, 12 Juli 2024 | 20:44 WIB

 

Ilustrasi nyamuk DBD.
Ilustrasi nyamuk DBD.

JombangBanget.id – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Jombang mulai mengkhawatirkan.

Betapa tidak, terhitung sejak awal Juli hingga sekarang sudah ditemukan 40 kasus.

”Sejak awal Juli tercatat ada sekitar 40 kasus,” Plt kepala Dinas Kesehatan Jombang Syaiful Anwar (11/7).

Syaiful menerangkan, salah satu faktor tingginya penyebaran kasus DBD disebabkan faktor cuaca.

”Trennya mulai meningkat, karena masa peralihan dari kemarau ke musim penghujan,” imbuhnya.

Dia memerinci, angka DBD tahun ini terhitung tinggi, hingga minggu pertama bulan Juli, tercatat sudah ada 259 kasus DBD di Jombang.

”Sebanyak 40 di antaranya DBD yang dirawat pada bulan Juli saja," bebernya.

Dari 259 kasus itu, 12 di antaranya meninggal dunia karena DBD. Kasus DBD banyak terjadi kepada anak berusia 4-15 tahun. 

Syaiful mengatakan, antisipasi DBD harus dilakukan mulai sekarang.

Sebab peralihan cuaca yang tidak pasti memang mengakibatkan, kekebalan tubuh menurun.

Menurutnya upaya preventif menjadi salah satu solusi yang paling efektif dilakukan, dimulai dari dalam rumah.

Dengan tidak memberikan kesempatan kepada nyamuk untuk berkembang biak. ”Ya caranya dengan 3M, mengubur, menguras, dan menutup,” jelasnya.

Sebanyak 12 pasien yang meninggal dunia karena DBD juga didominasi anak-anak.

Balita usia 3,5 tahun asal Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro. Remaja usia 15 tahun asal Desa Kedungbetik, Kecamatan Kesamben.

Anak berusia 7 tahun asal Desa Kalikejambon, Kecamatan Tembelang. Anak dari Kelurahan Kepanjen, Kecamatan Jombang.

Anak usia 8 tahun dari Kelurahan Kepanjen, Kecamatan Jombang.

Balita 3 tahun dari Desa Betek, Kecamatan Mojoagung.

Mahasiswa dari Desa Tugusumberjo, Kecamatan Peterongan.

Kemudian anak dari Desa Palrejo, Kecamatan Sumobito.

Anak usia 3 tahun asal Japanan, Kecamatan Gudo.

Dan anak 6 tahun dari Desa Candimulyo, Kecamatan Jombang.

Balita berusia 3 tahun asal Desa Jombok, Kecamatan Kesamben, serta bayi berusia 9 bulan asal Desa Kepuhrejo, Kecamatan Kudu.

”Upaya peningkatan kewaspadaan harus ditingkatkan, kami tentu berharap, tidak ada lagi kasus DBD yang menyebabkan hingga meninggal dunia,” pungkasnya. (wen/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#kasus #cuaca #Dinkes #Jombang #dbd