Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

29 Pasien DBD Dirawat di RSUD Jombang: Kondisinya Membaik, Tak Ada yang Perlu Pakai Ventilator

Anggi Fridianto • Sabtu, 9 Maret 2024 | 16:00 WIB
MENURUN: Tren DBD di RSUD Jombang diklaim sudah menurun dibandingkan Februari lalu.
MENURUN: Tren DBD di RSUD Jombang diklaim sudah menurun dibandingkan Februari lalu.

JombangBanget.id – Tren kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes Aegypti di Jombang diklaim menurun, Jumat (8/3).

Meski demikian, saat ini masih ada 23 anak yang menjalani perawatan di RSUD Jombang.

”Trennya menurun. Puncaknya terjadi pada Februari dan saat ini jumlah pasien sudah amat landai,’’ ujar Direktur RSUD Jombang dr Ma'murotus Sa'diyah, kepada Jawa Pos Radar Jombang, usai menghadiri Forum Konsultasi Publik, Jumat (8/3) pagi.

Saat ini, ada 29 pasien yang dirawat akibat penyakit DBD. Dengan rincian, 23 anak-anak dan enam orang dewasa.

”Kondisinya sekarang sudah membaik. Tidak ada yang perlu pakai ventilator,’’ jelasnya.

Sejak awal Maret hingga sekarang ini total ada 40 pasien yang dirawat. Mayoritas tetap anak- anak.

“Sepanjang Maret ada 10 dewasa dan 30 anak-anak. Sekarang jumlah yang sembuh terus bertambah,’’ jelas dia lagi.

Ia menganalisa, menurunnya tren kasus DBD tak lain karena penanganan yang dilakukan pihak-pihak terkait.

Mulai masyarakat yang mulai sadar dengan melakukan PSN secara rutin, hingga pemerintah dan unsur terkait yang turut serta berjibaku menanggulangi penyakit DBD.

”Saya kira meningkatnya DBD karena faktor cuaca. Masyarakat sudah sadar untuk melakukan PSN, 3 M plus dan lain sebagainya,’’ pungkasnya.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang Syaiful Anwar, sebelumnya pernah mengatakan, tren penyebaran DBD di Jombang memang menunjukkan tanda-tanda penurunan.

Baca Juga: Warga Jombang Meninggal Dunia Akibat DBD Bertambah Jadi Sembilan Orang

Namun, ada dua wilayah yang jadi perhatian khusus lantaran temuan kasus aktif masih cukup tinggi.

Yakni Kecamatan Jombang dan Kecamatan Sumobito.

”Masih ada dua kecamatan yang berstatus kasus aktif paling banyak, yakni Kecamatan Jombang dan Kecamatan Sumobito,” pungkasnya. (ang/bin/fid)

Editor : Ainul Hafidz
#orang dewasa #demam berdarah #pasien #RSUD Jombang #Jombang #dbd #Dinkes Jombang #Anak