Senin (10/8) di kelas 5 Ibnu Haitsam SDI Tebuireng Ir Soedigno Kesamben, Ustazah Iis menyampaikan pentingnya menyayangi anak yatim.
’’Kita wajib menyayangi anak yatim dan tidak boleh menjahatinya,’’ tuturnya.
Karena itu termasuk perbuatan yang tercela dan juga tidak baik.
Baca Juga: Langgar Perda Tak Langsung Dipidana, DPRD Jombang Bahas Dua Raperda
Ada penjelasan dalam Quran Surat Al-ma'un; Barang siapa yang mencela anak yatim maka termasuk orang yang mendustakan agama.
Apa itu mendustakan agama? Mendustakan agama adalah perbuatan tercela seperti lalai dalam beribadah dan juga riya.
Apa itu riya? Riya adalah ketika kita melakukan sesuatu ibadah atau amal baik dengan niat ingin dipuji.
Maka dari situ kita belajar untuk tidak menjahati anak yatim. Juga tidak melakukan perbuatan yang tercela.
Baca Juga: Kolom Jumat: Tafakkur wa Tadabbur, Ayat Tersurat dan Tersirat
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam sejak kecil nyatim.
Berbuat baik kepada anak yatim berarti sama dengan baik kepada Rasulullah.
Makanya Rasulullah bersabda; Kelak di akhirat orang yang baik kepada anak yatim akan bersama Rasulullah di surga.
Dekatnya dengan Nabi seperti jari tengah dan jari telunjuk.
Allah Ta’ala memerintahkan malaikat membuka pintu neraka bagi orang-orang yang membuat anak yatim menangis.
Baca Juga: HUT RI, SDIT Al Ummah Jombang Perkuat Pembelajaran Digital
Dan Allah Ta’la memerintahkan malaikat membuka pintu surga bagi orang-orang yang membuat anak yatim tersenyum bahagia.
Oleh: Anindya Putri, Kelas 5 Ibnu Haitsam SDI Tebuireng Ir Soedigno Kesamben, Jombang
Editor : Ainul Hafidz