Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Tafsir Aktual: Victory (4)

Ainul Hafidz • Sabtu, 9 Mei 2026 | 06:51 WIB
Rubrik opini KH Mustain Syafii. (Radar Jombang)
Rubrik opini KH Mustain Syafii. (Radar Jombang)

WA ra’aita al-nas yadkhulun fi din Allah afwaja. Kamu menyaksikan sendiri betapa manusia berduyun-duyun memeluk agama Islam.

Sebuah perjalanan akhir dari deretan pejuangan membela islam yang panjang, keras dan melelahkan.

Tidak sekedar kotanya yang dikuasai, bahkan penduduknya yang keras kepala ditundukkan.

Ketundukan mana bukan karena keterpaksaan belaka, justru lebih pada ketundukkan yang didasari jiwa agama secara sempurna.

Baca Juga: Profil Dr Ika Lusi Kristanti, Dosen Universitas PGRI Jombang Jadikan Ruang Kelas Tempat Tumbuhnya Empati Mahasiswa

Memang awalnya demikian, tetapi lambat laun mereka justru menjadi pengikut Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam yang setia dan punya semangat berkorban.

Abu Sufyan – misalnya – dari pembesar yang disegani di lingkungannya, kini berubah menjadi sahabat mulia dan tetap dihormati. Itu hukum sosial dan dipraktikkan oleh Islam.

Seseorang yang menjadi tokoh di lingkungannya, meski kafir, kini, setelah memeluk Islam tetap ditokohkan.

Diposisikan seperti martabat semula. Islam mengajarkan itu dan Rasulullah mengamalkan kurikulum sosial tersebut.

Dengan islamnya Abu Sufyan dan dia pribadi merasa nyaman dengan perlakuan Islam, merasa tetap terhormat, merasa tidak ada yang hilang dari pamornya, maka itu sungguh pengaruh dakwah yang besar kepada lingkungannya, kepada kaumnya.

Makanya, surah ini membahasakan ’’fath Makkah’’ dengan mengunggah para manusia berduyun-duyun memeluk Islam.

Kepala ular kobra yang sudah terkuasai akan berefek mudahnya menguasai seluruh badannya. Ya, karena agama rakyat itu banyak ditentukan oleh agama pemimpinnya.

Rupanya, fenomena yang di-blow-up pada surah ini, mulai samar-samar terlihat di banyak negara Eropa sana, termasuk di Amerika.

Menurut laporan The World Population Review, semacam Badan Kependudukan Dunia, bahwa jumlah penduduk dunia tahun 2026 sekitar delapan koma tiga miliar.

Baca Juga: Profil Dr Lailatus Sa'adah, Dosen Universitas PGRI Jombang yang Sukses Terbitkan Buku Bahasa Inggris SD

Sedangkan yang beragama Islam sekitar satu koma enam miliar atau 23 persen.

Laporan dari Inggris, bahwa di London dan termasuk kota-kota besar sekitarnya, sudah ratusan gereja tutup dan dikonver menjadi Islamic Center atau masjid-masjid.

Meski jumlah pemeluk agama Kristen tetap mayoritas, tetapi muslim yang datang ke masjid pada hari Jumat jauh lebih banyak ketimbang umat Kristiani yang datang ke gereja pada hari Ahad.

Di New York AS sendiri sudah ada dua wali kota yang muslim.

Syekh Siraj Wahhaj, imam masjid di sana sungguh disegani, padahal berbeda agama.

Sementara Cak Donald Trump, presiden mereka sendiri terus dihujat karena merugikan rakyat.

Keuangan negara kobol-kobol digawe perang, nuruti Israel. Rakyat muak dan ingin melengserkan. (bersambung, in sya’ Allah).  (*)

Penulis:

KH Mustain Syafii

Editor : Ainul Hafidz
#victory #opini #KH Mustain Syafii #Jombang #Tafsir Aktual