Saat ini, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah menjadi bagian dari kehidupan. Namun, terdapat risiko yang harus kita waspadai.
AI perlahan melemahkan kemampuan bernalar dan berpikir kritis.
Menurut laporan riset 2023-2024 dalam Journal of Education Technology, pelajar yang terlalu bergantung pada AI, cenderung kesulitan saat harus menjawab masalah secara spontan tanpa bantuan alat.
Hal ini terjadi karena kemampuan otak untuk memecahkan masalah jarang diasah.
Baca Juga: Uji Publik Hafalan Alquran, Siswa MTsN 2 Jombang Tunjukkan Kemampuan
Fenomena yang mengkhawatirkan mulai terlihat. Pelajar seolah ’lumpuh’ jika tidak dibantu oleh teknologi. Padahal, sekolah seharusnya menjadi ternpat untuk mengasah kecerdasan melalui usaha sendiri.
AI tidak sepenuhnya buruk. Teknologi ini bisa menjadi asisten belajar yang membantu jika digunakan dengan benar.
Kuncinya ada pada kendali kita. Jangan biarkan robot mengambil alih peran otak. AI seharusnya menjadi alat pendukung, bukan menggantikan diri kita dalam berpikir.
Oleh: Puan Sandrina Padmatantri, Kelas 7-B SMPN 1 Kabuh
Editor : Ainul Hafidz