JombangBanget.id - Perwakilan Jombang Mohammad Kavin Zidny Ulya meraih juara pertama Duta GenRe Jawa Timur 2026.
Selain menjadi penyampai program pemerintah kepada remaja, Kavin membawa program Toples Cerita Ayah dan Anak (TOCAA) yang mendorong keterlibatan ayah dalam tumbuh kembang anak.
Sementara perwakilan lainnya, Nayla Rohmatu Rizki, berhasil menembus 10 besar.
Baca Juga: Kursi 33 Kepala Sekolah di Jombang Kosong, 80 BCKS Disiapkan
Grand final ajang tersebut digelar di BG Junction Surabaya. Bagi Pemkab Jombang, capaian tersebut bukan sekadar prestasi dalam sebuah kompetisi.
Lebih dari itu, Duta GenRe menjadi bagian penting dalam menyampaikan berbagai program pemerintah kepada kalangan remaja.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB-PPPA) Kabupaten Jombang Dr dr Ma’murotus Sa’diyah, M.Kes, mengatakan Kavin dan Nayla merupakan Duta GenRe Kabupaten Jombang.
Kavin merupakan angkatan 2025, sedangkan Nayla tahun 2026. Keduanya merupakan siswa MAN 1 Jombang.
Baca Juga: Tenggat Terlewati, Pengurus KPRI Sejahtera Jombang Belum Serahkan Dokumen
Sebelum mengikuti ajang tingkat provinsi, keduanya menjalani pendalaman materi.
Bekal tersebut menjadi bagian dari persiapan untuk memahami sekaligus menyampaikan berbagai program yang berkaitan dengan kehidupan remaja.
”Alhamdulillah, kita punya generasi muda yang bisa diharapkan untuk mengemban program-program Kemendukbangga, terutama ketahanan keluarga, pencegahan stunting, kenakalan remaja, serta kekerasan terhadap perempuan dan anak, juga pernikahan dini,” ujarnya.
Pemilihan Duta GenRe Jawa Timur diikuti perwakilan dari 30 kabupaten/kota. Masing-masing mengirimkan satu laki-laki dan satu perempuan.
Setelah melalui tahapan panjang, 20 peserta terbaik yang terdiri dari 10 laki-laki dan 10 perempuan melaju ke babak final.
Penilaian tidak hanya melihat kemampuan peserta. Pemahaman terhadap program serta kemampuan menyampaikan pesan kepada sesama generasi muda juga menjadi bagian penting dalam proses tersebut.
Baca Juga: Indomaret-Pemkab Jombang Buka Akses UMKM ke Pasar Modern
Ning Eyik, sapaan akrab Dr dr Ma’murotus Sa’diyah, M.Kes, mengatakan, setelah menyandang predikat Duta GenRe Jatim, Kavin akan dilibatkan dalam berbagai kegiatan sosialisasi.
Sasarannya mulai lingkungan sekolah hingga kegiatan yang menyentuh kalangan remaja.
Menurutnya, keterlibatan duta dari kalangan anak muda menjadi penting.
Sebab, pesan mengenai berbagai persoalan remaja dinilai lebih mudah diterima ketika disampaikan oleh teman sebaya.
Baca Juga: Final Popkab Voli Jombang Sengit, Berikut Daftar Lengkap Para Juara
”Kalau kita yang ngomong beda dengan kalau yang ngomong Kavin. Anak-anak lebih ngerti dan lebih nyambung karena satu zaman,” katanya.
Ning Eyik menegaskan, pemilihan Duta GenRe bukan sekadar lomba atau ajang performa. Lebih dari itu, GenRe menjadi penyampai program pemerintah, utamanya Kemendukbangga, kepada remaja atau usia sebaya.
Program tersebut antara lain pencegahan pernikahan dini, kenakalan remaja, perencanaan hidup, dan berbagai persoalan lainnya.
Di Kabupaten Jombang, Duta GenRe memiliki peran cukup besar dalam Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE).
Kegiatan tersebut menyasar berbagai kelompok usia, mulai TK, SD, SMP hingga SMA. Tema yang disampaikan disesuaikan dengan kategori usia masing-masing.
”Kalau ke TK ya soal gizi,” jelasnya.
Baca Juga: Magang di DUDI, Siswa SMK Jombang Tetap Ikuti TKA
Salah satu kegiatan nyata Duta GenRe dilakukan melalui konseling dan edukasi di Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Jombang.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias dari siswa hingga membutuhkan waktu lebih lama dari yang semestinya.
”Mungkin karena usianya sebaya, jadi saling curhat, sambil menyampaikan program-program,” jelasnya.
Di tengah perannya sebagai Duta GenRe, Kavin membawa program TOCAA (Toples Cerita Ayah dan Anak) yang telah dikembangkan sejak menjadi Duta GenRe Kabupaten Jombang 2025.
Baca Juga: Gus Zuem: PTN Gratis dan Nasib PTS
Program tersebut merupakan bagian dari Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).
Kavin menjelaskan, TOCAA menjadi media sederhana untuk mendekatkan orang tua, khususnya ayah, dengan anak.
Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan peran ayah dalam tumbuh kembang remaja sekaligus menekan fenomena fatherless.
”Sebagai alat sederhana atau media sederhana dalam proses pendekatan orang tua dengan anak, sehingga dapat meningkatkan peran ayah dalam tumbuh kembang remaja,” jelasnya.
Setelah meraih juara pertama tingkat Jawa Timur, cakupan tugas Kavin pun semakin luas. Dia akan membawa program tersebut ke berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur.
Sebelumnya, Kavin mengembangkan TOCAA melalui PIK-R Garda MAN 1 Jombang.
Baca Juga: Jelang Pilkades 2027, DPMD Jombang Petakan Data 286 Desa
Dalam rangkaian persiapan ajang Duta GenRe Jatim, dia juga mengikuti sejumlah GATI Impact Challenge.
Di antaranya SEBAYA (Sekolah Bersama Ayah), DEKAT (Desa Kelurahan Ayah Teladan) dengan menyasar Desa Mojongapit, serta KOMPAK TENAN (Komunitas Konsorsium Pegiat Ayah Teladan) yang menyasar komunitas remaja IPNU laki-laki di MAN 4 Jombang.
Kavin mengatakan, konsep GATI tidak hanya menyasar para ayah yang telah memiliki anak. Edukasi juga perlu diberikan kepada remaja sebagai calon orang tua.
”GATI itu bukan hanya untuk ayah yang memiliki anak, tapi juga terhadap calon remaja yang nantinya akan menjadi orang tua,” pungkasnya. (wen/naz)
Editor : Ainul Hafidz