Lahan 4.000 Meter Persegi Disiapkan untuk IPAL Limbah Tahu Jombang

Anggi Fridianto • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 09:04 WIB
PENUH LIMBAH: Saluran Sekunder di Desa Mayangan, Jogoroto, Jombang penuh limbah, (23/9). (Anggi Fridianto/Radar Jombang)
PENUH LIMBAH: Saluran Sekunder di Desa Mayangan, Jogoroto, Jombang penuh limbah, (23/9). (Anggi Fridianto/Radar Jombang)

JombangBanget.id – Lebih dari 4.000 meter persegi lahan disiapkan paguyuban perajin tahu di Desa Mayangan, Kecamatan Jogoroto, Jombang untuk pembangunan IPAL komunal.

Fasilitas itu dirancang berkapasitas sekitar 1.000 meter kubik untuk mengolah limbah produksi tahu, dengan dukungan CSR Pertamina sekitar Rp 7,5 miliar.

Namun, pembangunan fisik IPAL hingga kini belum dimulai.

Baca Juga: Motor Terjatuh di Ceweng Jombang, Pemuda-Balita Tewas

Kepala Dusun Murong Pesantren sekaligus Ketua Paguyuban Perajin Tahu, Imam Subeki, mengatakan lahan yang disiapkan untuk lokasi IPAL mencapai sekitar 2.023 meter persegi.

Paguyuban juga menyiapkan lahan tambahan sekitar 2.000 meter persegi untuk kebutuhan pengembangan ke depan.

”Kalau untuk IPAL-nya 2.023 meter. Tapi kita masih menyisihkan lahan sekitar 2.000 sekian meter. Jadi totalnya lebih dari 4.000 meter,” ujarnya.

Menurut Imam, lahan tersebut dibeli paguyuban dari warga dengan nilai hampir Rp 1 miliar.

Baca Juga: Cukir Jombang Juara 1 Desa Peduli Kamtibmas, Punya 150 Titik CCTV

Lahan tambahan sengaja disiapkan sebagai antisipasi jika jumlah perajin tahu terus bertambah sehingga kapasitas pengolahan limbah perlu dikembangkan.

Dia menyebut kapasitas IPAL yang direncanakan mencapai sekitar 1.000 meter kubik. Dengan luas lahan 2.023 meter persegi, kebutuhan lokasi untuk pembangunan fasilitas tersebut dinilai sudah tercukupi.

”Untuk kapasitas 1.000 kubik, insyaallah sudah tercukupi dengan lahan seluas 2.023 meter. Sisanya untuk jangka panjang kalau setiap tahun ada penambahan perajin tahu,” terangnya.

Subeki menegaskan, hingga kini pembangunan fisik IPAL belum berjalan.

Progres yang sudah terlihat baru pemasangan jaringan perpipaan untuk mengalirkan limbah menuju fasilitas pengolahan.

”Yang sudah itu perpipaan 1.928 meter. Masih kurang sekitar 1.000-an meter,” katanya.

Baca Juga: 1 Dusun 1 WUB Jombang: 1.020 Dusun Tuntas Pelatihan

IPAL komunal tersebut nantinya diharapkan menjadi solusi permanen untuk persoalan limbah produksi tahu yang selama ini masuk ke saluran Rejoagung 2.

Limbah dari sejumlah perajin akan dialirkan melalui jaringan perpipaan untuk kemudian diolah sebelum dibuang.

”Limbah-limbah tersebut nantinya akan diolah di IPAL komunal. Itu solusi permanen,” tegasnya.

Rencana pembangunan IPAL komunal tersebut mendapat dukungan pendanaan dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Pertamina dengan nilai sekitar Rp 7,5 miliar.

Baca Juga: 11 Siswa SD Mual Usai Santap MBG, Dinkes Jombang Periksa Sampel

Imam berharap pembangunan segera direalisasikan agar persoalan limbah yang telah berlangsung bertahun-tahun dapat ditangani secara permanen.

”Harapannya secepatnya dan sesegera dikerjakan IPAL, supaya tidak menjadi permasalahan yang bertahun-tahun,” harapnya.

Terkait perkembangan pembangunan, Imam mengaku paguyuban terus berkomunikasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kementerian Lingkungan Hidup, dan pihak Pertamina.

Pertemuan terakhir dilakukan pada 9 September lalu di kediamannya.

Namun, hingga kini terkait pembangunan fisik menunggu langkah pusat. (ang/naz)

Editor : Ainul Hafidz
ipal limbah lahan Jombang tahu