Progres Proyek Rehab Bendung Jatimlerek Jombang Baru Capai Segini

Ainul Hafidz • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 06:15 WIB
DIKEBUT: Saluran pengelak di sisi selatan Sungai Brantas atau wilayah Desa Sudimoro, Kecamatan Megaluh, Jombang untuk keperluan proyek rehab Bendung Jatimlerek. (Ainul Hafidz/Radar Jombang)
DIKEBUT: Saluran pengelak di sisi selatan Sungai Brantas atau wilayah Desa Sudimoro, Kecamatan Megaluh, Jombang untuk keperluan proyek rehab Bendung Jatimlerek. (Ainul Hafidz/Radar Jombang)

JombangBanget.id – Progres proyek rehabilitasi Bendung Jatimlerek di Kecamatan Plandaan, Jombang baru sekitar 30 persen.

Dinas PUPR Jombang memastikan air Sungai Brantas tetap mengalir menuju intake Jatimlerek.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Jombang, Sultoni, menyebut angka progres tersebut disampaikan dalam pertemuan dengan BBWS Brantas.

Baca Juga: Travel Tak Jelas, 83 Jemaah Umrah Jombang Beli Tiket Sendiri Rp 7,2 Juta

”Informasinya progres sekitar 30 persen per minggu lalu,” ujarnya, Kamis (17/9).

Ia menegaskan, aktivitas proyek tidak memengaruhi aliran air Sungai Brantas menuju intake irigasi.

”Tidak ada efek. Ini tidak akan pengaruh ke pasokan irigasi. Jadi, air Sungai Brantas masih masuk ke intake Jatimlerek,” jelasnya.

Pantauan di lapangan, pekerjaan masih terkonsentrasi di sisi selatan Sungai Brantas, tepatnya Desa Sudimoro, Kecamatan Megaluh.

Baca Juga: Jalan Kemuning Jombang Ditutup 30 Hari, Catat Jalur Alternatifnya

Sementara sisi utara atau Desa Jatimlerek belum banyak tersentuh. Pemasangan turap baja di tengah sungai juga belum seluruhnya mencapai sisi utara.

Dam Karet Jatimlerek sendiri dibangun sejak 1990 oleh Proyek Brantas bersama Konsultan Nippon Koei Jepang dan PT Indra Karya dengan anggaran Rp 7,9 miliar.

Bendung berlebar 150 meter dan tinggi 1,85 meter itu menjadi bendungan karet pertama di Indonesia bersama Dam Karet Menturus.

Kini, bendung menjalani rehabilitasi dengan nilai Rp 268 miliar dari APBN melalui kontrak tahun jamak (MYC).

Di tengah pelaksanaan, anggaran proyek disebut terdampak efisiensi. Alokasi 2026 dipangkas dari Rp 120 miliar menjadi Rp 50 miliar, sementara 2027 meningkat menjadi Rp 210 miliar.

Baca Juga: Ditanam Belakangan, Padi MSP 65 di Jombang Panen Duluan

Pejabat Pembuat Komitmen BBWS Brantas, Agung Purnayudha, menyebut pihaknya masih menghitung dampak pergeseran anggaran terhadap pembangunan kisdam yang ditargetkan rampung September–Oktober.

BBWS menyusun strategi agar tahapan tetap berjalan demi menjaga target penyelesaian proyek pada 4 Desember 2027. (fid/naz) 

Editor : Ainul Hafidz
bendung jatimlerek irigasi progres proyek Jombang