JombangBanget.id – Ambrolnya plafon dan rangka baja gedung serbaguna Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jombang membuat Pemkab Jombang meminta audit menyeluruh terhadap seluruh kompleks bangunan.
Pemeriksaan diminta dilakukan sebelum serah terima untuk memastikan tidak ada persoalan konstruksi lain yang membahayakan siswa.
”Persoalannya bukan hanya plafon. Ada bagian yang merembes dan bocor. Itu sudah kami sampaikan agar dilakukan pemeriksaan ulang,” tegas Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Jombang Agung Hariadi, Selasa (15/9).
Baca Juga: Hasil Lab Keluar, Udang Saus Padang MBG di SMPN 1 Kabuh Jombang Positif Mengandung E Coli
Langkah tegas Pemkab bukan tanpa alasan. Kompleks SR terdiri atas banyak gedung berlantai dua yang tak hanya difungsikan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM), melainkan juga asrama siswa.
Risiko keselamatan anak didik menjadi taruhan utama jika ada cacat konstruksi yang lolos dari pemeriksaan.
”Jadi, sebelum gedung diserahkan ke pihak SR, kami minta dilakukan pemeriksaan menyeluruh. Laporannya nanti disampaikan langsung ke sekolah,” lanjutnya.
Faktor lain yang memperkuat urgensi audit adalah latar belakang penerima bangunan. Pihak Sekolah Rakyat bukanlah ahli konstruksi. Opname teknis menjadi syarat mutlak agar kondisi gedung terverifikasi 100 persen aman.
Baca Juga: Sungai di Jombang Penuh Endapan dan Limbah Berbau Busuk, DLH Jombang Bilang Begini
”Pihak Sekolah Rakyat yang nantinya menerima bangunan juga bukan ahli bangunan, sehingga kondisi gedung harus dipastikan melalui pemeriksaan dan opname secara menyeluruh,” tegasnya.
Meski mendesak audit, Pemkab Jombang menegaskan tidak berkomunikasi langsung dengan kontraktor pelaksana. Seluruh koordinasi melalui Kementerian PU sesuai pembagian kewenangan.
”Kami tidak berhubungan langsung dengan kontraktor, tapi ke Kementerian PU selaku pemilik proyek. Beda kewenangan,” jelas Agung.
Kendati demikian, Pemkab siap menerjunkan tim teknis. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang bakal diterjunkan untuk mendampingi pemeriksaan jika ada permintaan resmi.
”Jika diundang untuk pengecekan, kami akan gandeng Dinas PUPR Jombang,” tambahnya.
Hingga kini, Dinsos belum mendapat informasi terkait kepastian jadwal serah terima gedung. Komunikasi terakhir dengan Kementerian PU menyebutkan proses administrasi masih berjalan, meski secara fisik pembangunan telah rampung.
Baca Juga: Kemarau Panjang, Embung di Jombang Ini Kondisinya Mengenaskan
Alur serah terima dilakukan berjenjang dari Kementerian PU ke Kementerian Sosial (Kemensos), baru diteruskan ke Sekolah Rakyat.
”Kita juga belum mengetahui apakah pemeriksaan atau opname teknis konstruksi sudah dilakukan sebelum serah terima pertama,” ungkapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, plafon dan rangka baja gedung serbaguna SR 1 Jombang ambrol, Sabtu (12/9) sekitar pukul 11.50 WIB.
Material plafon menimpa siswi kelas VII A, Meyta, 13, warga Desa Kedungmlati, Kecamatan Kesamben. Beruntung, korban tidak mengalami luka serius dan langsung mendapat penanganan di UKS.
Baca Juga: Habis Cek Lahan, Warga Surabaya Meninggal Mendadak di Villa Wonosalam
Pantauan di lokasi, sedikitnya tiga titik plafon rusak di sisi utara, timur, dan bagian dalam gedung.
Tidak hanya plafon, sebagian rangka plafon juga ikut ambrol. Area kerusakan langsung dipasangi tali pembatas, sementara pekerja membersihkan material runtuhan.
Pembangunan SR tersebut digarap PT Waskita Karya dengan nilai kontrak Rp 1,165 triliun untuk lima daerah, yakni Gresik, Surabaya, Jombang, Sampang, dan Tuban. Estimasi anggaran per titik mencapai sekitar Rp 200 miliar. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz