JombangBanget.id – Kondisi Sungai Sekunder Rejoagung 2 di Dusun Murong Santren, Desa Mayangan, Kecamatan Jogoroto, yang nyaris kering dan dipenuhi endapan limbah mendapat respons Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang.
DLH memastikan bakal berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk melakukan pembersihan dalam waktu dekat.
Sekretaris DLH Jombang Amin Kurniawan mengatakan, kondisi sungai yang minim aliran air membuat endapan limbah semakin terlihat.
Baca Juga: 300 Ton Limbah B3 di Jombang Diangkut, Sisa Segini yang Belum Dipulihkan
Berdasarkan informasi dari tim di lapangan, endapan tersebut merupakan campuran kotoran hewan dan sedimen limbah tahu.
“Informasinya campur. Ada kotoran hewan, kemudian ada sedimennya dari limbah tahu,” terang Amin.
Minimnya aliran air juga membuat kondisi sungai menjadi anaerob atau kekurangan oksigen. Kondisi tersebut membuat proses pembusukan material organik berlangsung dan memunculkan bau menyengat.
Baca Juga: Irigasi Sawah di Betek Tercemar Limbah Pabrik, DLH Jombang Segera Terjunkan Tim
“Karena kondisinya anaerob, otomatis tidak ada udara. Biasanya seperti itu pasti bau,” jelasnya.
Amin menyebut DLH sudah berkoordinasi secara lisan dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk penanganan kondisi tersebut. Pembersihan sungai diupayakan dilakukan dalam waktu dekat.
“Sudah saya koordinasikan dengan teman-teman PU. Kita usahakan dalam waktu dekat untuk membersihkan itu,” ujarnya.
Namun, sebelum turun ke lapangan, DLH masih akan menggelar rapat bersama pemerintah desa, kecamatan dan PU. Rapat tersebut dijadwalkan setelah agenda DLH bersama Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
“Kamis depan kita rapat bersama dengan Pemdes, kecamatan, dan PU. Maksimal minggu depan sudah turun ke lapangan,” tegas Amin.
Di sisi lain, Amin memastikan pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang sebelumnya direncanakan untuk menangani limbah di kawasan tersebut belum rampung. Proyek yang mendapat dukungan dari PGN itu masih dalam tahap pengerjaan fisik.
“Masih proses fisik, belum selesai. Kalau tidak salah November tahun ini baru fisiknya selesai,” katanya.
Baca Juga: Pemkab Jombang Catat 104 Lokasi Tercemar Limbah B3, Pemulihan Lingkungan Terus Berjalan
Saat ini, pengerjaan baru sampai pada pemasangan jaringan perpipaan. Sementara bangunan IPAL belum selesai dikerjakan.
“Baru jaringan perpipaannya yang terpasang. Bangunan IPAL-nya belum selesai,” lanjutnya.
Terkait keluhan warga soal dugaan pencemaran air sumur akibat kondisi sungai, Amin mengatakan DLH belum melakukan identifikasi. Pengecekan terhadap sumur warga masih akan dikoordinasikan dengan tim di lapangan.
“Kami belum identifikasi terkait sumur. Nanti biar dicek teman-teman dulu,” pungkasnya. (riz)
Editor : Achmad RW