JombangBanget.id – Ambrolnya sejumlah titik plafon dan rangka baja atap gedung Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jombang memantik sorotan keras DPRD Jombang.
Ketua Komisi C DPRD Jombang, M Zahrul Jihad, menilai insiden tersebut mencerminkan lemahnya kualitas pengerjaan proyek bernilai ratusan miliar rupiah yang digarap PT Waskita Karya.
Baca Juga: Tari Ringin Contong, Karya Himpaudi untuk Kenalkan Budaya Jombang
”Kami sangat menyayangkan pembangunan tidak maksimal sehingga ada korban. Ini menjadi tanggung jawab pihak pelaksana untuk melakukan perbaikan, karena tentu masih masa pemeliharaan,” tegas Zahrul, Minggu (13/9).
Menurutnya, kualitas bangunan yang tidak maksimal jelas mengancam keselamatan warga sekolah.
Hal itu terbukti dengan tertimpanya siswi kelas VII A, Meyta Sevia Nuraini, 13, oleh runtuhan material plafon saat hendak melaksanakan salat duhur.
”Ini tentu hal yang serius,” ujarnya.
Baca Juga: Tinggal Pengecatan, Proyek Rehab SMPN 2 Sumobito Jombang Dikejar Deadline
Zahrul menekankan, tanggung jawab atas insiden tersebut tidak cukup hanya dibebankan kepada pelaksana proyek.
Pengawas juga harus dimintai pertanggungjawaban karena memiliki tugas memastikan setiap tahapan pembangunan berjalan sesuai standar.
”Tidak hanya pelaksana, pengawas juga harus bertanggung jawab. Bagaimana mengawasi proyek tersebut sampai atap itu ambrol,” tandasnya.
Politisi Fraksi Demokrat itu juga menolak jika kejadian ini serta-merta dikategorikan sebagai force majeure.
”Ini bukan force majeure, karena tidak ada gempa atau bencana besar lainnya. Angin memang kencang, tapi seharusnya tidak sampai membuat plafon ambrol,” jelasnya.
Dengan nilai proyek mencapai ratusan miliar rupiah dan digarap kontraktor berskala nasional, Zahrul menilai kualitas pembangunan seharusnya menjadi perhatian utama.
Baca Juga: Di Balik Kesuksesan Muktamar ke-35 NU
Ia menduga terdapat indikasi pengerjaan proyek belum maksimal dan meminta persoalan ini menjadi bahan evaluasi serius, baik terhadap pelaksana maupun pengawas.
”Sehingga ini ada indikasi pembangunan terkesan tidak maksimal,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, sejumlah titik plafon dan rangka baja atap gedung serba guna Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jombang ambrol, Sabtu (12/9) sekitar pukul 11.50 WIB.
Material plafon menimpa Meyta, warga Desa Kedungmlati, Kecamatan Kesamben. Beruntung, korban hanya mengalami pusing tanpa luka serius.
Baca Juga: Koperasi di Jombang Hadapi Kendala Modal, Ini yang Harus Disiapkan
Pantauan di lokasi, sedikitnya terdapat tiga titik plafon yang rusak di sisi utara, timur, dan bagian dalam gedung.
Tidak hanya material plafon, sebagian rangka baja juga ikut ambrol.
Area kerusakan langsung dipasangi pita pengaman hitam-kuning, sementara pekerja membersihkan material runtuhan.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jombang, Andik Minarto, membenarkan insiden tersebut dan memastikan korban sudah mendapat penanganan di UKS serta klinik kesehatan yang bekerja sama dengan sekolah.
Baca Juga: Ufaira Kembali Juara, Kali Ini di Porkab Catur Jombang
”Sudah kami laporkan ke Kementerian PU agar lokasi disterilkan, supaya anak-anak tidak bermain di situ,” ujarnya.
Pembangunan SR tersebut dikerjakan PT Waskita Karya dengan nilai kontrak Rp 1,165 triliun untuk lima daerah, yakni Kabupaten Gresik, Kota Surabaya, Kabupaten Jombang, Kabupaten Sampang, dan Kabupaten Tuban. (yan/naz)
Editor : Ainul Hafidz