MBG SMPN 1 Kabuh Jombang Masih Mandek, Sepekan Usai Dugaan Keracunan

Wenny Rosalina • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 07:21 WIB
BIKIN TRAUMA SISWA: Ratusan ompreng berisi Makanan Bergizi Gratis (MBG) dibiarkan menumpuk di halaman SMPN 1 Kabuh, Jombang, Kamis (3/9/2026) siang. (Achmad RW/Radar Jombang)
BIKIN TRAUMA SISWA: Ratusan ompreng berisi Makanan Bergizi Gratis (MBG) dibiarkan menumpuk di halaman SMPN 1 Kabuh, Jombang, Kamis (3/9/2026) siang. (Achmad RW/Radar Jombang)

JombangBanget.id - Sepekan setelah dugaan keracunan yang dialami 259 siswa, distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) ke SMPN 1 Kabuh, Jombang belum kembali berjalan.

Kepala SMPN 1 Kabuh, Suprihadiono sebelumnya mengatakan, pengiriman Makan Bergizi Gratis (MBG) ke SMP Negeri 1 Kabuh dihentikan sementara mulai Jumat (4/9).

Keputusan ini diambil menyusul insiden dugaan keracunan massal yang menimpa sedikitnya 259 siswa usai menyantap menu MBG pada Rabu (2/9).

Baca Juga: Harga Cengkeh Naik, Hama dan Penyakit Mengancam Petani Wonosalam Jombang

Pihak sekolah menerima pemberitahuan dari pihak SPPG Mangunan melalui pesan WhatsApp. Hingga kini distribusi MBG belum berjalan.

”Belum (dikirim MBG hingga hari ini, Red),” ujarnya saat dikonfirmasi mengenai distribusi MBG, Rabu (9/9).

Saat ditanya mengenai kepastian kapan program tersebut kembali dikirim ke sekolah, Suprihadiono mengaku hingga kini belum mendapat informasi lebih lanjut dari pihak SPPG Mangunan.

”Belum ada konfirmasi,” katanya.

Baca Juga: Harga Cengkeh Naik di Wonosalam Jombang, Panen Petani Malah Anjlok

Seperti diberitakan sebelumnya, insiden bermula dari pembagian 689 porsi menu MBG dari SPPG Mangunan berisi nasi, udang, tahu, dan sayur sawi pada Rabu (2/9) siang.

Sejumlah siswa mengaku sudah mencium bau tak sedap dari olahan udang, namun tetap menyantapnya karena lapar.

Gejala pusing, mual, hingga diare hebat baru dirasakan sejumlah siswa sore hari sepulang sekolah.

Merekapun dilarikan ke pusat layanan kesehatan terdekat.

Tak berhenti di situ, sejumlah siswa yang mengikuti kegaiatan belajar mengajar Kamis (3/9) pagi juga menunjukkan gejala serupa.

Mual, pusing, hingga diare. Pihak sekolah selanjutnya berkoordinasi dengan pihak SPPG dan pukesmas untuk penanganan siswa.

Pengamat kebijakan publik Achmad Sholikhin Ruslie mendesak tindakan tegas tanpa kompromi.

Baca Juga: Pemberhentian Sekdes Bakalan Jombang Jadi Sorotan, Ada Gugatan PTUN

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab atas pengadaan menu di SMPN 1 Kabuh wajib di-suspend atau dihentikan sementara operasionalnya.

”Menurut saya, di-suspend dahulu SPPG, sambil menunggu hasil lab keluar,” ujarnya.

Senada, anggota Komisi A DPRD Jombang Kartiyono mendesak pengusutan tuntas.

”Jangan sampai hal seperti ini terus dinormalisasi. Saya khawatir akan menjadi bom waktu. Rakyat akan marah karena merasa keselamatan anak-anaknya dijadikan kelinci percobaan,” katanya.

Baca Juga: Binrohtal: Sifat Manusiawi Nabi Muhammad, Kunci agar Mudah Diteladani

Menurutunya, sanksi administratif maupun hukum, menurutnya, harus ditegakkan apabila ditemukan pelanggaran.

”Saya berharap insiden ini diusut tuntas. Sanksi administrasi dan sanksi hukum harus ditegakkan. Tidak boleh lagi hal yang menyangkut keselamatan dan nyawa anak manusia dijadikan drama seri yang tidak ada kejelasan rampungnya,” pungkas Kartiyono. (wen/naz)

Editor : Ainul Hafidz
Mbg SPPG keracunan SMPN 1 Kabuh Jombang