Sampel MBG SMPN 1 Kabuh Jombang Dikirim ke Labkesda

Achmad RW • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 09:01 WIB
Sanitarian Puskesmas Kabuh, Jombang, Eli Setyowati menunjukkan menu makanan MBG yang disantap siswa. (Achmad RW/Radar Jombang)
Sanitarian Puskesmas Kabuh, Jombang, Eli Setyowati menunjukkan menu makanan MBG yang disantap siswa. (Achmad RW/Radar Jombang)

JombangBanget.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang mengirim sampel makanan dan air dari SPPG Mangunan untuk pemeriksaan laboratorium setelah dugaan keracunan makanan dialami siswa dan guru SMPN 1 Kabuh, Kamis (3/9).

Selain menguji sampel, Dinkes juga akan mengevaluasi kembali Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dapur SPPG untuk memastikan penerapan standar kesehatan dan sanitasi.

Dokter Puskesmas Kabuh, dr Aditya Bimantara, memastikan para siswa yang dirawat menunjukkan gejala khas keracunan makanan. Udang menjadi menu yang paling dicurigai sebagai penyebab.

Baca Juga: Usai Santap MBG, 256 Siswa SMPN 1 Kabuh Jombang Diduga Keracunan

Hingga pukul 13.30, pantauan di Puskesmas Kabuh menunjukkan sejumlah siswa masih bertahan di ruang UGD dan ruang perawatan, meski sebagian besar sudah diperbolehkan pulang setelah mendapat obat.

”Keluhannya didominasi diare, perut mulas dan melilit, serta nyeri lambung. Berdasarkan pemeriksaan sementara, kemungkinan mengarah pada keracunan,” ujar Aditya.

Kecurigaan mengarah ke udang setelah dokter menelusuri langsung ke sejumlah pasien. Dari penuturan para siswa, menu yang tercium tidak sedap dan terasa aneh saat disantap adalah udang.

”Beberapa siswa sempat saya tanyai mengenai makanan yang rasanya tidak enak atau aromanya kurang sedap. Sebagian besar menyebut udang,” katanya.

Baca Juga: Student Journalism: Kunci Menghafal Quran

Meski begitu, Aditya menegaskan dugaan tersebut masih bersifat sementara dan belum bisa dipastikan sebagai penyebab tunggal.

”Untuk sementara, kemungkinan mengarah pada udang,” lanjutnya.

Keluhan mulai dirasakan siswa sejak Rabu (2/9) malam, beberapa jam setelah menyantap MBG.

Mayoritas mengalami diare, sementara sebagian lainnya muntah hingga tubuh lemas.

Hingga Kamis (3/9) tujuh siswa masih menjalani pemantauan intensif di Puskesmas Kabuh. Sebagian di antaranya bahkan sempat mengalami peningkatan denyut nadi akibat kehilangan cairan tubuh.

”Jadi untuk penanganan ya kita berikan infus, anti-nyeri dan anti-mual, sebagai penanganan awal, dan kondisinya sudah lumayan stabil ini,” imbuh Aditya.

Baca Juga: LP2B Jombang Masuk Tahap Baru, Pemkab Dipanggil ke Pusat

Penelusuran penyebab pasti keracunan kini bergulir ke jalur laboratorium.

Sanitarian Puskesmas Kabuh, Eli Setyowati, mengungkapkan sisa makanan yang disediakan SPPG Mangunan untuk siswa telah diamankan sebagai sampel uji.

”Sampel sudah diambil, ada udang, tahu, pepaya, sama sayur ini yang sudah diambil,” ungkapnya.

Eli memastikan seluruh sampel tersebut sudah dikirim ke Labkesda Jombang untuk diperiksa lebih lanjut guna memastikan sumber kontaminasi. ”Iya, sudah dikirim ke Labkesda Jombang,” pungkasnya. 

Terpisah, Kadinkes Jombang dr Hexawan Tjahja Widada mengatakan, hingga kini dinkes belum menetapkan makanan tertentu sebagai penyebab.

Baca Juga: Banyak Fasilitas di Sekolah Rakyat, Pemkab Jombang Usul Tambah Rambu Peringatan

Untuk memastikan sumber masalah, petugas mengambil sampel makanan dari dapur SPPG yang memasok MBG ke SMPN 1 Kabuh.

”Sampel yang tersedia dari penyimpanan makanan SPPG meliputi sayuran, udang berbumbu saus padang, nasi, dan pepaya. Sampel air juga turut diambil untuk pemeriksaan,” tegasnya. 

Hexa mengatakan, air ikut diperiksa karena diketahui air yang digunakan berasal dari depot isi ulang di sekitar lokasi.

”Seluruh sampel tersebut selanjutnya dikirim ke BLK Surabaya untuk pemeriksaan laboratorium,” bebernya. 

Baca Juga: Binrohtal: Merdeka Sejati Bukan Hanya Bebas dari Penjajahan

Selain pemeriksaan sampel, Dinkes Jombang juga akan melakukan evaluasi terhadap penerapan standar kesehatan di dapur SPPG.

Salah satunya dengan mengevaluasi kembali Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang sebelumnya telah dimiliki.

”Kita lakukan evaluasi SLHS lagi. Sesuai dengan aturan protapnya atau tidak, kita perbaiki lagi,” katanya. (riz/naz)

Editor : Ainul Hafidz
Mbg Dinkes sampel keracunan Jombang