JombangBanget.id – Tahap identifikasi rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Mrican senilai Rp 348,6 miliar di wilayah Kabupaten Jombang rampung.
Meski demikian, pekerjaan fisik belum berjalan karena Pemkab Jombang masih menunggu jadwal serta kepastian teknis pelaksanaan dari BBWS Brantas.
Kepala Dinas PUPR Jombang Imam Bustomi melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Sultoni mengatakan, identifikasi dilakukan BBWS Brantas bersama pelaksana proyek di wilayah DI Mrican yang masuk Kabupaten Jombang.
Baca Juga: RALB KPRI Sejahtera Jombang Digeser ke September, Berikut Alasannya
”Identifikasi sudah selesai, disampaikan begitu,” katanya.
Meski tahap identifikasi telah rampung, Pemkab Jombang belum mendapat kepastian kapan pekerjaan fisik dimulai. Informasi terakhir, BBWS Brantas masih akan menggelar sosialisasi lanjutan mengenai pelaksanaan proyek.
Salah satu materi yang kemungkinan dibahas ialah rencana kerja, termasuk kebutuhan pengeringan atau pengurangan debit air pada saluran irigasi selama pekerjaan berlangsung.
”Belum dapat kabar akan dimulai kapan. Informasi terakhir akan ada sosialisasi lagi terkait dengan itu. Salah satunya kemungkinan rencana kerjanya,” imbuhnya.
Baca Juga: Mobil Hias 11 OPD Jadi Juara, Usung Replika Alun-Alun Jombang dan Jembatan Ploso
Pemkab Jombang juga masih menunggu kepastian teknis pelaksanaan, terutama jika pekerjaan membutuhkan pengeringan atau pengurangan debit air irigasi.
”Termasuk permintaan pengeringan atau pengurangan debit airnya. Jadi kami nunggu sebenarnya,” ujar Sultoni.
Sebelumnya, BBWS Brantas menyampaikan rencana sosialisasi dilakukan pada Agustus.
Namun, pelaksanaannya masih menyesuaikan kondisi di lapangan, termasuk agenda Muktamar NU.
”Belum tahu juga, rencana kemarin disampaikan Agustus, hanya masih ada kegiatan Muktamar NU. Apakah di akhir Agustus atau mundur ini masih menunggu teman-teman balai,” ujarnya.
Proyek rehabilitasi DI Mrican sebelumnya disebut akan segera berjalan dengan nilai kontrak sekitar Rp348,6 miliar.
Baca Juga: Kronologi Kebakaran SMPN 2 Megaluh Jombang, Api Muncul dari Atap
Proyek tersebut dibiayai APBN dan mencakup jaringan irigasi di Kabupaten Kediri dan Jombang.
Khusus wilayah Jombang, jaringan irigasi DI Mrican mengairi lahan pertanian sekitar 12.600 hektare.
Besarnya cakupan layanan tersebut membuat pelaksanaan rehabilitasi perlu disiapkan dengan matang, terutama terkait pengaturan debit air selama pekerjaan berlangsung. (yan/naz)
Editor : Ainul Hafidz