Hadapi Puncak Kemarau, BPBD Jombang Siaga Meski Belum Ada Desa Kekurangan Air Bersih

Azmy endiyana Zuhri • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 12:33 WIB
Ilustrasi krisis air bersih. (Ainul Hafidz/AI/Radar Jombang)
Ilustrasi krisis air bersih. (Ainul Hafidz/AI/Radar Jombang)

JombangBanget.id – Belum ada desa di Kabupaten Jombang yang mengajukan permintaan distribusi air bersih meski musim kemarau mulai berlangsung.

Namun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang tetap meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan yang diprediksi mencapai puncak pada Agustus hingga September.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jombang Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas mengatakan, kondisi lapangan hingga pertengahan Juli masih relatif aman.

Baca Juga: Binrohtal: Ini Tiga Penyesalan Terbesar Manusia Sebelum Wafaf

Belum ada laporan maupun permintaan bantuan air bersih dari desa terdampak.

”Untuk saat ini belum ada laporan maupun permintaan distribusi air bersih dari desa. Meski demikian, kami tidak lengah dan tetap melakukan langkah-langkah antisipasi,” ujarnya.

Sebagai langkah persiapan, BPBD telah menerbitkan surat edaran kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).

Surat tersebut berisi imbauan agar setiap OPD meningkatkan kewaspadaan dan menyiapkan langkah penanganan apabila dampak kekeringan mulai dirasakan masyarakat.

Baca Juga: PERSADIA Jombang Punya Pengurus Baru, Ini Program Prioritasnya

”Edaran sudah kami teruskan ke seluruh OPD sebagai bentuk persiapan dini. Jadi ketika terjadi kekeringan, penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi,” jelasnya.

Menurut Wiku, koordinasi antarinstansi menjadi kunci dalam menghadapi bencana kekeringan.

Sejumlah dinas terkait akan dilibatkan sesuai tugas masing-masing, mulai pemetaan wilayah terdampak, penyediaan armada distribusi air bersih, hingga pendataan kebutuhan masyarakat.

BPBD juga terus memantau kondisi cuaca dan ketersediaan sumber air di wilayah yang selama ini menjadi langganan kekeringan.

Monitoring dilakukan agar bantuan bisa segera disalurkan ketika debit air mulai menurun.

Sejumlah wilayah yang kerap masuk kategori rawan kekeringan di antaranya Kecamatan Wonosalam, Bareng, Ngoro, Kabuh, Plandaan, Kudu, Mojowarno, serta sebagian Kecamatan Kesamben.

Baca Juga: Rumah di Ploso Jombang Ludes Terbakar, Dipicu Charger HP yang Masih Menancap

Wilayah tersebut rentan karena berada di kawasan perbukitan, jauh dari sumber air, serta masih bergantung pada air tadah hujan.

Pada musim kemarau sebelumnya, BPBD rutin menyalurkan bantuan air bersih ke puluhan desa di wilayah utara Sungai Brantas maupun kawasan lereng Pegunungan Anjasmoro.

Bantuan digunakan untuk memenuhi kebutuhan air minum, memasak, hingga sanitasi masyarakat.

Pemkab Jombang sendiri telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Kebakaran sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau tahun ini.

Baca Juga: Lahan di Denanyar Belum Dimanfaatkan, Pemkab Jombang Pilih Skema Sewa

Seluruh perangkat daerah diminta memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan.

Wiku mengimbau pemerintah desa segera melapor apabila mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

”Kami berharap pemerintah desa terus memantau kondisi di wilayahnya. Kalau mulai ada kesulitan air bersih, segera laporkan agar bisa langsung kami tindak lanjuti. Prinsipnya, BPBD siap bergerak kapan pun dibutuhkan,” tegasnya. (yan/naz)

Editor : Ainul Hafidz
air bersih kekeringan Jombang musim kemarau BPBD Jombang