JombangBanget.id - Rois Syuriyah MWCNU sekaligus Ketua MUI Kecamatan Ploso, Jombang, KH Ainul Yaqin, menjelaskan tiga penyesalan.
’’Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Tidaklah seseorang meninggal dunia melainkan ia akan menyesal. Jika ia seorang yang berbuat baik, ia menyesal karena tidak menambah amal kebaikannya. Dan jika ia seorang yang berbuat buruk, ia menyesal karena tidak berhenti dari keburukannya,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Rabu (22/7).
Kiai Ainul Yaqin lalu cerita sahabat Sya'ban radiyallahu anhu.
Baca Juga: PERSADIA Jombang Punya Pengurus Baru, Ini Program Prioritasnya
Suatu hari, usai salat Subuh, Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam tidak melihat Sya’ban.
Nabi lalu mengajak para sahabat mendatangi rumahnya. Butuh waktu satu jam baru tiba di rumahnya.
Ternyata Sya’ban baru saja wafat. Si istri cerita, sebelum wafat, Sya’ban berteriak tiga hal; Mengapa tidak lebih jauh? Mengapa tidak yang baru? Mengapa tidak semuanya?
Si istri penasaran dengan teriakan itu.
Baca Juga: Rumah di Ploso Jombang Ludes Terbakar, Dipicu Charger HP yang Masih Menancap
Rasulullah kemudian menjelaskan; Ketika seseorang berada dalam sakaratul maut, Allah memperlihatkan kepadanya balasan dari amal-amalnya sehingga ia mengetahui nilai setiap amal yang pernah dilakukan.
Sebagaimana disebutkan di QS Qaf 22. Pertama, mengapa tidak lebih jauh?
Sya'ban melihat betapa besar pahala setiap langkah menuju masjid.
Nabi bersabda; Orang yang paling besar pahalanya dalam salat yang paling jauh perjalanan kakinya menuju masjid.
Ketika melihat pahala yang demikian besar, ia menyesal, ’’Mengapa rumahku dahulu tidak lebih jauh lagi sehingga langkahku menuju masjid semakin banyak?’’
Kedua, mengapa tidak yang baru?
Baca Juga: Lahan di Denanyar Belum Dimanfaatkan, Pemkab Jombang Pilih Skema Sewa
Suatu ketika ia memakai dua pakaian, baru dan bekas. Di tengah jalan ada orang kedinginan minta pakaian. Lalu dia memberikan yang bekas.
Ketika Allah memperlihatkan balasannya, ia menyesal karena tidak memberikan pakaian yang baru.
Ketiga, mengapa tidak semuanya? Suatu hari ia membawa sepotong roti.
Lalu ada orang yang kelaparan meminta makanan. Dia pun memberikan separo.
Baca Juga: DPRD Jombang Matangkan Raperda Larangan Miras dan Oplosan, Target Zero Minuman Beralkohol
Ketika melihat besarnya pahala sedekah itu, ia menyesal mengapa dahulu hanya memberikan separuh roti, bukan seluruhnya.
’’Hari ini kita masih diberi umur oleh Allah Ta’ala. Kita masih memiliki kesempatan memperbanyak amal sebelum datang penyesalan yang tidak lagi berguna,’’ urai Kiai Ainul Yaqin.
Allah Ta’ala mengingatkan: Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah dipersiapkannya untuk hari esok (QS Al-Hasyr 18).
Khusus kepada anggota Polres Jombang serta seluruh pelayan masyarakat, setiap tugas yang dijalankan dengan niat mencari rida Allah dapat menjadi amal ibadah.
’’Langkah kaki saat patroli menjaga keamanan masyarakat, keringat ketika mengatur lalu lintas, kesabaran menghadapi berbagai persoalan warga, kejujuran dalam menegakkan hukum, hingga senyum yang menenangkan masyarakat adalah amal yang tidak akan disia-siakan oleh Allah Ta’ala,’’ tegasnya.
Sebagaimana firman-Nya: Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik (QS At-Taubah 120 dan Hud 115).
Baca Juga: Irigasi Pariterong 17 Kilometer Belum Berfungsi, HIPPA Jombang Dorong Suplisi Air dari DI Mrican
Jangan sampai kelak di penghujung usia kita berkata, ’’Mengapa dahulu aku tidak lebih ikhlas? Mengapa dahulu aku tidak lebih sabar? Mengapa dahulu aku tidak lebih jujur? Mengapa dahulu aku tidak lebih banyak membantu sesama?’’
Rasulullah bersabda: Manfaatkanlah lima perkara sebelum datang lima perkara: Masa mudamu sebelum tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu luangmu sebelum sibukmu, dan hidupmu sebelum matimu. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz