JombangBanget.id – Kondisi Sungai Ngotok Ring Kanal di Kecamatan Sumobito, Jombang memprihatinkan.
Di sejumlah jembatan sungai ini terlihat penuh sampah. Bahkan tanaman air liar juga terlihat menutup air sangat tebal dengan panjang puluhan meter.
Salah satunya di bawah Jembatan Sebani, Kecamatan Sumobito. Di bawah jembatan ini, tanaman air seperti kangkong dan eceng gondok terlihat menumpuk cukup tebal, hingga lebih dri lima meter.
Baca Juga: Bupati Warsubi Serahkan Dokumen Perwalian, Hak Lima Anak Asuh di Jombang Kini Terlindungi
’’Sudah lama tidak dibersihkan, jadinya setiap hari semakin tebal,’’ ucap Wono, 40, warga di lokasi.
Sampah juga terlihat menumpuk di lokasi. Plastik, sampah rumah tangga bahkan kardus hingga styrofoam berukuran besar tampak mengapung di sela-sela hingga di atas tanaman air.
’’Sampah dari yang lewat, asal membuang saja, jadi menumpuk di atas. Kalau yang masuk-masuk di pinggir atau sebelum jembatan itu ikut air. Baunya lumayan menyengat,’’ imbuhnya.
Kondisi lebih parah terlihat di Jembatan Dusun Tenggor, Desa Madiopuro, Kecamatan Sumobito.
Baca Juga: Kasus Tabrak Lari di Ngoro Jombang Terungkap, Sopir Truk Serahkan Diri Setelah Kabur
Di lokasi ini, tanaman air tampak menutup air sangat tebal. Bahkan mencapai lebih dari 10 meter panjangnya.
’’Sini memang langganan, ini sudah sejak rendeng kemarin belum dibersihkan, jadinya numpuk tebal sekali,’’ terang Dani, 35, warga di lokasi.
Bagian tiang jembatan lama, jadi penyebab utama sampah dan tanaman itu tertahan. Karena tidak dibersihkan, jumlahnya pun makin banyak.
’’Makin tebal terus itu, ya semoga segera dibersihkan supaya tidak membahayakan jembatan,’’ ungkapnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Sumberdaya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang, Sultoni, mengaku sudah mengetahui kondisi di atas.
’’Waktu ke lapangan kami memang melihat khususnya yang di Tenggor sudah cukup tebal,’’ ucapnya.
Baca Juga: Proyek Trotoar Jalan Gus Dur Jombang Segera Dilelang, Ini Lokasi dan Nilai Anggarannya
Sungai Ngotok Ring Kanal berada di bawah wewenang Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas. Sehingga proses pembersihan harus melalui pengusulan berjenjang kepada pemilik wewenang.
’’Usulan secara lisan sudah kami sampaikan ke BBWS Brantas di Kediri, namun dalam waktu dekat akan kita susulkan dengan surat resmi,’’ urainya.
Pengangkatan sampah dan tanaman air itu biasanya baru akan dilakukan menjelang musim penghujan.
’’Kapannya masih menunggu, karena secara ancaman, ini masih kemarau dan debit air tidak terlalu besar. Tapi tetap kita upayakan agar bisa segera dibersihkan,’’ bebernya. (riz/jif)
Editor : Ainul Hafidz