Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Renungan Minggu Jombang: Ketekunan Membawa Seseorang Menuju Puncak Keberhasilan

Rojiful Mamduh • Minggu, 19 Juli 2026 | 07:46 WIB
Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh.
Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh.

JombangBanget.id - Pendeta GPdI House Of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan tentang pentingnya ketekunan.

’’Ketekunan membawa kepada puncak keberhasilan,’’ katanya. 

Semua orang pasti ingin berhasil dalam hidupnya. Namun, seringkali perjalanan menuju keberhasilan itu tidak semudah yang dibayangkan.

Baca Juga: MAUWH Tambakberas Jombang Jadi Pilot Project Program ELFS Berbasis AI, Hanya 1 dari 2 Sekolah di Jatim

Kadang merasa ingin menyerah ketika situasi menjadi sulit.

Hari ini kita akan belajar dari sosok yang luar biasa di Alkitab, yaitu Rut.

Kisah Rut bukan sekadar cerita romantis, melainkan sebuah teladan nyata tentang bagaimana ketekunan membawa seseorang dari lembah keputusasaan menuju puncak keberhasilan.

Bayangkan posisi Rut saat itu. Dia adalah seorang janda muda yang baru saja kehilangan suaminya.

Baca Juga: Profil Ivan Dwi Fibrian, Direktur Perumda Aneka Usaha Seger Jombang yang Targetkan PAD Naik 15 Persen

Dia tinggal di tanah asing, tidak punya harta, dan harus merawat ibu mertuanya, Naomi, yang juga sedang berduka dan merasa pahit dengan keadaan.

Secara logika, Rut punya alasan kuat untuk menyerah dan pulang ke rumah orang tuanya untuk mencari kenyamanan. Namun, Rut memilih untuk tetap tekun.

Ada dua hal penting yang bisa kita pelajari dari ketekunan Rut:
Pertama, Rut tekun dalam kesetiaan. 

Rut berkata kepada Naomi, ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi. Ini adalah bentuk komitmen.

Dalam hidup modern, keberhasilan seringkali gagal diraih bukan karena kita tidak mampu, tetapi karena kita terlalu cepat berpindah-pindah saat menghadapi kesulitan sedikit saja.

Entah itu dalam pekerjaan yang membosankan atau hubungan yang sedang diuji, ketekunan untuk tetap bertahan adalah kunci utama.
Kedua, Rut tekun dalam Pekerjaan Kecil.

Baca Juga: Pemdes Tambakrejo Jombang Buka Layanan Jemput Bola Bayar PBB, Warga Tak Perlu Lagi ke Kantor

Rut tidak langsung menjadi istri orang kaya. Dia mulai dengan memungut sisa-sisa jelai di ladang.

Ini adalah pekerjaan yang melelahkan dan mungkin dianggap rendah. Namun, Rut melakukannya dengan rajin dari pagi hingga petang.

Seorang pemuda yang baru lulus kuliah bekerja sebagai staf magang dengan tugas hanya memfotokopi dokumen dan merapikan arsip.

Banyak teman sebayanya mengeluh dan keluar karena merasa pekerjaan itu tidak keren.

Baca Juga: Kasus PHK Massal PT SGS, Disnaker Jombang Siapkan Mediasi dengan Bantuan Disnaker Jatim

Namun, pemuda ini melakukannya dengan teliti, selalu tersenyum, dan membantu rekan kerja lainnya tanpa diminta.

Karena ketekunannya pada hal-hal kecil, atasannya mulai percaya dan memberinya tanggung jawab lebih besar, hingga akhirnya dia diangkat menjadi manajer di perusahaan tersebut.

Begitu juga dengan Rut. Dia tidak tahu bahwa pemilik ladang itu, Boas, sedang memperhatikannya. Allah pun sedang memperhatikan setiap tetes keringat kita saat kita tekun melakukan hal-hal kecil yang ada di depan mata kita.

Keberhasilan Rut terjadi ketika ketekunannya bertemu dengan anugerah Tuhan.

Rut akhirnya menikah dengan Boas, dan yang paling luar biasa, dia menjadi nenek moyang dari Raja Daud, bahkan masuk dalam garis keturunan Yesus Kristus.

Baca Juga: Muktamar ke-35 NU di Jombang, M Nuh Tekankan Kerukunan dan Suasana Sejuk

Siapa sangka seorang janda asing yang memungut jelai bisa menjadi bagian dari sejarah besar keselamatan manusia?

’’Keberhasilan bukanlah sebuah kejadian instan, melainkan hasil dari langkah-langkah kecil yang dilakukan dengan tekun setiap hari. Tuhan Yesus memberkati,’’ ungkapnya. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
Renungan Minggu GPdI House of Prayer Sawahan Jombang pendeta Petrus Harianto