Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal: Jangan Sampai Termasuk, Ini Tiga Golongan yang Jauh dari Rahmat Allah

Rojiful Mamduh • Sabtu, 18 Juli 2026 | 08:00 WIB
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Pengasuh PP Umar Zahid Semelo, Bandarkedungmulyo, Jombang, KH Muhammad Asrori Maksum, menjelaskan tiga golongan yang jauh dari rahmat Allah Ta’ala. 

’’Pertama, orang yang ketika nama Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam disebut tidak membaca salawat,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duha di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Rabu (15/7).

Allah Ta’ala berfirman di QS Al-Ahzab 56. Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi.

Wahai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

Baca Juga: 91 Mahasiswa PJOK Universitas PGRI Jombang Ikuti UKT Karate, Wajib Naik Sabuk untuk Lulus Mata Kuliah

Rasulullah bersabda: Orang bakhil yang ketika namaku disebut di hadapannya, ia tidak bersalawat kepadaku. 

Salawat bukti cinta kepada Rasulullah. Semakin besar cinta kita kepada Nabi, semakin ringan lisan mengucapkan salawat.

Ada ahli hadis yang bermimpi bertemu Rasulullah. Ketika ditanya sebab memperoleh kemuliaan tersebut, ia menjawab, setiap kali menulis atau mendengar nama Nabi Muhammad, ia selalu menuliskan dan mengucapkan salawat dengan sempurna.

Kebiasaan yang tampak ringan itu menjadi sebab datangnya keberkahan dan kemuliaan.

Memperbanyak salawat merupakan salah satu amalan yang paling cepat mendatangkan rahmat Allah dan syafaat Rasulullah. Yang paling dekat dengan Nabi di akhirat yang paling banyak baca salawat.

Abdullah bin Mubarak saat tawaf di Kakbah pernah ketemu orang yang terus baca salawat. Saat ditanya alasannya, karena bapaknya mati dalam perjalanan dan wajahnya berubah menjadi babi.

Ini karena bapaknya melakukan riba. Namun Nabi mensyafaati sehingga wajahnya kembali manusia. Ini karena si ayah tiap hari membaca salawat seratus kali. 

Malaikat Jibril berkata; Orang yang baca salawat 10 kali tiap hari akan dia gandeng masuk surga seperti kilat. Malaikat Mikail akan memberinya minum air telaga Kautsar sehingga tidak pernah lagi merasa haus.

Malaikat Israfil akan memayungi di Mahsyar. Serta malaikat Izrail mencabut ruhnya seperti para nabi.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem di Jombang, Angin Kencang Rusak 7 Rumah di Kecamatan Bareng

Golongan kedua yang jauh dari rahmat Allah yakni mendengar azan tetapi tidak menjawabnya.

Rasulullah bersabda; Apabila kalian mendengar muazin, maka ucapkanlah sebagaimana yang ia ucapkan.

Barang siapa membaca doa setelah azan, maka ia berhak memperoleh syafaatku pada hari kiamat.

Menjawab azan merupakan tanda penghormatan terhadap syiar Allah. Sebaliknya, mengabaikannya menunjukkan kelalaian hati.

Hatim Al-Asham selama puluhan tahun tidak pernah lupa menjawab azan. Ketika azan berkumandang, ia segera menghentikan kesibukannya untuk menjawab panggilan tersebut.

Ia meyakini, orang yang menghormati panggilan Allah di dunia, maka Allah akan memuliakannya pada hari kiamat.

Hati yang hidup akan tergerak ketika mendengar azan, sedangkan hati yang lalai sering kali tidak terusik oleh panggilan Allah.

Ketiga, mendapati orang tua masih hidup tetapi tidak berbakti. Allah Ta’ala berfirman di QS Al-Baqarah 83; Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua.

Serta di QS Al-Isra' 23; Maka janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan 'ah', dan janganlah engkau membentak keduanya.

Rasulullah bersabda: Celaka dia, celaka dia, celaka dia.

Baca Juga: Student Journalism Jombang: Kenali Lingkungan 

Para sahabat bertanya, ’’Siapa wahai Rasulullah?’’ Beliau menjawab, ’’Orang yang mendapati kedua orang tuanya atau salah satunya telah tua, tetapi ia tidak masuk surga karena tidak berbakti kepada keduanya.’’

Berbakti kepada orang tua merupakan jalan tercepat menuju rida Allah. Mendoakan orang tua melancarkan rezeki.

Sebaliknya, durhaka kepada keduanya termasuk dosa besar yang dapat menghalangi datangnya rahmat Allah. Lupa mendoakan orang tua akan membuat rezeki sulit. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
rahmat allah Polres Jombang Golongan Binrohtal Jombang