Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal: Lima Penyebab Suul Khatimah Menurut Ulama, Meremehkan Salat hingga Enggan Bertobat

Rojiful Mamduh • Jumat, 17 Juli 2026 | 09:44 WIB
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Khoir, Mojotrisno, Mojoagung, Jombang, KH Miftahul Khoiri, menjelaskan penyebab suul khatimah.

’’Syekh Abdullah bin Alawi al-Haddad menjelaskan lima hal yang menyebabkan suul khatimah,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Kamis (16/7). 

Pertama, meremehkan kewajiban salat dan zakat.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Salat adalah amal pertama yang akan dihisab di akhirat. Jika salatnya baik maka semua amalnya baik.

Baca Juga: SMPN 1 Perak Jombang Libatkan Wali Murid sejak Pra-MPLS, Kenalkan Budaya Sekolah dan CKG

Allah Ta’ala berfirman di QS Al-Ma’un 4-5. Maka celakalah bagi orang-orang yang lalai dari salatnya.

Suatu ketika Abu Bakar Assiddiq hendak mengimami salat jenazah. Tiba-tiba kain kafannya bergerak-gerak. Mereka lalu melihat penyebabnya. Ternyata ada ular yang melilit jenazah tersebut. 

Para sahabat lantas mengambil pedang dan tombak guna membunuh ular tersebut. Ular berkata; Apakah kamu hendak membunuh aku yang disuruh Allah menyiksa jenazah ini?

Sahabat bertanya; Karena dosa apa mayat ini disiksa? Si ular menjawab: Karena dia meremehkan salat dan zakat.

Kedua minum khamar alias segala hal yang memabukkan. Rasulullah bersabda; Semua yang memabukkan hukumnya haram.

Hal yang banyaknya menyebabkan mabuk, maka sedikitnya pun hukumnya tetap haram.

Khamar disebut sebagai induk segala keburukan karena dapat menghilangkan akal. Mendorong seseorang meninggalkan salat, berbuat zina, membunuh dan berdusta.

Serta berani melakukan berbagai dosa besar lainnya. Apabila seseorang terus-menerus tenggelam dalam kemaksiatan tanpa bertobat, dikhawatirkan ia meninggal dalam keadaan belum sempat kembali kepada Allah Ta’ala.

Ketiga, durhaka dan menyakiti kedua orang tua. Allah Ta'ala berfirman di QS Al-Isra' 23.

Baca Juga: SMPN 2 Gudo Jombang Terapkan Empat Kata Sakti di MPLS, Ini Tujuannya

Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua.

Rasulullah bersabda: Keridaan Allah tergantung pada keridaan orang tua, dan kemurkaan Allah tergantung pada kemurkaan orang tua. 

Ada tiga golongan yang Allah tidak akan melihat mereka pada hari kiamat: Orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, wanita yang menyerupai laki-laki, dan laki-laki yang membiarkan kemungkaran dalam keluarganya.

Menyakiti hati orang tua, membentak, meremehkan, atau menelantarkan mereka merupakan dosa besar.

Jika seseorang tidak segera bertobat dan meminta maaf kepada orang tuanya, dosa tersebut dapat menjadi penghalang datangnya keberkahan hingga akhir hayat.

Keempat, suka mencari-cari aib orang Islam. Orang yang sibuk dengan urusan orang lain akan lupa dengan urusannya sendiri.

Sibuk mencari keburukan orang lain maka lupa keburukannya sendiri. Ia tidak menyadari dirinya berada dalam maksiat dan dosa, hingga akhirnya meninggal dunia dalam keadaan tidak bertobat.    

Kelima, terus-menerus berbuat maksiat tanpa bertobat. Rasulullah bersabda: Setiap hamba akan dibangkitkan sesuai dengan keadaan ketika ia meninggal.

Karena itu, para ulama mengingatkan agar tidak menunda tobat. Orang yang biasa maksiat dikhawatirkan mati dalam kebiasaan tersebut.

Sedangkan orang yang membiasakan ketaatan berharap diwafatkan dalam keadaan taat. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
suul khatimah penyebab Binrohtal Jombang salat