JombangBanget.id - Pengasuh Pondok Pesantren Falahul Muhibbin, Watugaluh, sekaligus Rois Syuriyah MWCNU Kecamatan Diwek, Jombang, KH Nurhadi (Mbah Bolong), menjelaskan jalan menuju surga.
’’Jalan menuju surga itu banyak dan mudah, kita bisa mengambil sesuai kemampuan,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duha di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Rabu (8/7).
Sahabat Abu Dzar radiyallahu anhu pernah bertanya kepada Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam: Wahai Rasulullah, amalan apakah yang paling utama?
Baca Juga: Atasi Kekurangan Guru, Dinas P dan K Jombang Kaji Perubahan Status PPPK Paruh Waktu
Nabi menjawab; Beriman kepada Allah. Iman merupakan fondasi seluruh amal. Tanpa iman, semua amal saleh tidak akan bernilai di sisi Allah Ta’ala.
Allah Ta'ala berfirman di QS Al-Kahfi 107. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka surga Firdaus menjadi tempat tinggal.
Abu Dzar bertanya lagi, "Bagaimana jika aku mampu berbuat lebih?"
Rasulullah menjawab; Berjihad di jalan Allah. Berjihad melawan hawa nafsunya dalam ketaatan kepada Allah.
Ketika Perang Tabuk, para sahabat berlomba-lomba memberikan pengorbanan. Utsman bin Affan radiyallahu 'anhu menyumbangkan ratusan unta beserta perlengkapannya dan sejumlah besar dinar.
Melihat itu Rasulullah bersabda; Tidak akan membahayakan Utsman apa pun yang ia lakukan setelah hari ini.
Jihad menuntut pengorbanan sesuai kemampuan masing-masing.
Abu Dzar berkata lagi, "Bagaimana jika aku tidak mampu berjihad?"
Rasulullah menjawab; Engkau membantu orang bekerja, atau memberi kerja orang yang tidak memiliki keterampilan.
Inilah indahnya Islam. Ketika seseorang tidak mampu melakukan amalan besar, Rasulullah mengarahkannya kepada membantu sesama manusia.
Rasulullah bersabda; Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya.
Abu Dzar bertanya lagi; Bagaimana jika aku tidak mampu melakukan itu?
Rasulullah bersabda; Engkau mengajak kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar.
Baca Juga: MPLS Ramah 2026 Dimulai 13 Juli, Dinas P dan K Jombang Ajak Orang Tua Dampingi Anak ke Sekolah
Rasulullah bersabda; Barang siapa melihat kemungkaran, hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya. Jika tidak mampu maka ubahlah dengan lisannya.
Jika tidak mampu maka doakan dalam hati. Amar makruf nahi mungkar harus dilakukan dengan ilmu, kasih sayang, dan kelembutan agar tujuan memperbaiki tercapai.
Abu Dzar bertanya lagi, "Bagaimana jika aku tidak mampu melakukan itu?"
Rasulullah menjawab; Tahanlah dirimu dari berbuat buruk kepada manusia. Sesungguhnya itu adalah sedekah yang engkau berikan kepada dirimu sendiri.
Ketika seseorang merasa tidak mampu melakukan amal-amal besar, ternyata masih ada jalan menuju surga, yaitu cukup dengan tidak menyakiti orang lain.
Rasulullah bersabda; Seorang muslim adalah orang yang kaum muslimin selamat dari gangguan lisan dan tangannya.
Imam Abu Hanifah memiliki seorang tetangga yang setiap malam mabuk dan membuat kegaduhan.
Suatu malam suara gaduh itu tidak terdengar. Imam Abu Hanifah mencari tahu dan ternyata tetangganya dipenjara.
Beliau kemudian mendatangi penguasa untuk meminta pembebasan tetangganya.
Setelah dibebaskan, orang itu menangis seraya berkata; Engkau membalas keburukanku dengan kebaikan. Demi Allah, mulai hari ini aku bertobat.
Baca Juga: Proyek Rehab Enam SMP Negeri di Jombang Dikebut, Ditarget Tuntas Agustus
Sikap tidak membalas keburukan dengan keburukan justru mampu melunakkan hati yang keras.
Mbah Bolong juga cerita bu nyai pengasuh PP Yasinat Jember. Saat wafat yang takziah sangat banyak.
’’Rupanya beliau ini wali wanita,’’ terangnya.
Beliau menjadi wali karena sangat berbakti kepada suami. Beliau rela mencarikan istri kedua dan ketiga bagi suaminya.
’’Putra putri dari istri kedua dan ketiga itu semuanya dirawat, disekolahkan dan dipondokkan oleh bu nyai,’’ paparnya.
(jif/naz)