
Rabbil ‘alamin. Rabba – yurabbi –tarbiyah , artinya mendidik. Ada banyak makna pada kata ini, seperti Tuhan, Penguasa, pengatur, pengelola dan lain-lain.
Jika digabung, Tuhan Allah Ta’ala adalah Dzat yang mengatur, memenej, mengelola jagad raya ini.
Sesuai siratan makna dari ’’Rabb’’, maka apa yang terjadi di dunia ini lazimnya melalui proses dan tak bim salabim langsung ada, langsung jadi.
Baca Juga: Rentetan Kecelakaan Maut Jombang, Tiga Pemotor Tewas Usai Tabrakan dengan Kendaraan Besar
Ya, meski Tuhan mampu melalukan itu dengan titah sakti-Nya, ’’kun fayakun’’, tapi Tuhan mengedepankan proses dan pendidikan.
Ya, sesekali ada saat emergensi dan sangat dibutuhkan demi kemaslahatan lebih besar. Seperti anugerah mukjizat bagi para nabi terkasih.
Mana ada unta lahir dari batu, kalau bukan mukjizat nabi Shalih alaihissalam. Mana ada lautan terbelah menjadi dua, kalau bukan mukjizat nabi Musa alaihissalam.
Mana ada rembulan terbelah, kalau bukan mukjizat nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam.
Ya, itu sebatas atraksi yang sangat di luar nalar serta hanya sekali pakai dan tak terulang kembali. Hanya untuk penguat bukti, bahwa si dia adalah benar-benar nabi utusan ilahi. Meski tanpa itu, dia tetap sebagai nabi.
Makna kata Rabb ini memberi inspirasi bagi semua manusia yang membidangi dunia pendidikan. Bahwa transformasi ilmu dan pengetahuan itu harus berproses.
Dibutuhkan kesabaran dan ketekunan. Seperti petani yang sabar menunggu hasil panen. Semua berjalan sesuai kurikulum masing-masing.



