Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Bikin Heran, Lapak Pasar Pon Jombang Baru Direhab tapi Banyak yang Kosong

Azmy endiyana Zuhri • Jumat, 8 Mei 2026 | 07:17 WIB
KUMUH: Deretan lapak berbentuk meja di Pasar Pon Jombang yang kosong. (Ainul Hafidz/Radar Jombang)
KUMUH: Deretan lapak berbentuk meja di Pasar Pon Jombang yang kosong. (Ainul Hafidz/Radar Jombang)

JombangBanget.id – Banyaknya lapak kosong di Pasar Pon Jombang mulai mendapat perhatian serius.

Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang menilai persoalan utama bukan pada minat pedagang, melainkan akses menuju lokasi lapak yang dinilai kurang strategis dan sulit dijangkau pembeli.

Kepala Disdagrin Jombang Anjik Eko Saputro mengatakan, pihaknya sudah turun langsung ke lapangan untuk menindaklanjuti keluhan para pedagang.

”Dari hasil di lapangan, salah satu penyebab sepi karena jalur menuju lapak kurang pas. Jalan masuknya terhalang lapak lain,” katanya, Kamis (7/5).

Baca Juga: Haji Ilegal Diberantas, Satgas Gabungan Dikerahkan di Bandara

Posisi lapak yang berada di bagian tengah membuat pembeli harus memutar lebih dahulu untuk masuk ke area pedagang. Kondisi itu diduga menjadi penyebab utama banyak lapak akhirnya ditinggalkan.

Sebagai tindak lanjut, Disdagrin berencana membongkar beberapa lapak untuk dijadikan akses jalan baru agar pembeli bisa langsung menuju area perdagangan tanpa harus berbelok-belok.

”Salah satu tindak lanjutnya mengubah bentuk jalannya. Ada beberapa lapak yang akan dibongkar untuk akses supaya pembeli bisa langsung masuk,” imbuhnya.

Konsep penataan ulang itu kini mulai disiapkan. Nantinya jalur menuju lapak akan dibuat lebih lurus dan terbuka agar sirkulasi pengunjung lebih mudah.

”Harapannya pembeli tidak perlu memutar dulu. Jadi jalannya lurus, tidak belok-belok,” tuturnya.

Disdagrin juga memastikan sudah melakukan pendekatan kepada para pedagang agar kembali menempati lapak yang kosong setelah akses diperbaiki.

”Insya Allah ada kesediaan dari pedagang. Kita terus lakukan pendekatan supaya lapak-lapak itu ditempati,” katanya.

Selain Pasar Pon, anjik menyebut sedikitnya ada 16 pasar daerah yang saat ini tercatat membutuhkan perbaikan. Rata-rata kondisi bangunan dan fasilitas di pasar mulai mengalami kerusakan.

”Sekarang kami sedang melakukan pendataan. Ada 16 pasar yang memang membutuhkan rehabilitasi,” ujarnya.

Baca Juga: Tangis Pecah di Jombang, Ratusan Jemaah Haji Berangkat ke Tanah Suci

Menurut Anjik, kondisi tersebut membuat sejumlah fasilitas di pasar mulai mengalami penurunan kualitas.

Beberapa sarana yang ada juga membutuhkan penanganan agar aktivitas perdagangan tetap berjalan dengan nyaman. Namun, upaya perbaikan belum bisa direalisasikan pada tahun ini. Pasalnya, tidak ada alokasi anggaran untuk rehabilitasi pasar akibat kebijakan efisiensi anggaran.

”Memang tahun ini belum ada anggaran untuk rehabilitasi. Karena efisiensi, sehingga belum bisa dianggarkan,” katanya.

Untuk rencana tahun 2027, pihaknya juga belum dapat memastikan apakah akan tersedia alokasi anggaran perbaikan pasar.

Meski demikian, Disdagrin tetap akan melakukan pendataan secara lebih detail terhadap kondisi seluruh pasar di Kabupaten Jombang. Pendataan itu nantinya akan menjadi dasar penentuan skala prioritas.

Dengan demikian, pasar yang kondisinya paling membutuhkan penanganan akan didahulukan untuk direhabilitasi.

”Kami akan petakan kondisi pasar secara detail. Nanti akan diprioritaskan pasar yang benar-benar membutuhkan rehabilitasi,” pungkasnya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, kondisi Pasar Pon saat ini menjadi sorotan. Padahal pasar tersebut belum genap empat tahun selesai direhabilitasi menggunakan anggaran Rp 3,9 miliar pada 2022.

Pantauan di lokasi menunjukkan sedikitnya 48 lapak berbentuk meja di bagian belakang kios rolling door.

Namun hanya sekitar 20 lapak yang masih aktif digunakan pedagang. Sisanya kosong dan tampak tidak terawat. Beberapa lapak terlihat kotor, dipenuhi sarang laba-laba, hingga sisa kayu bekas berjualan.

Baca Juga: Jemaah Haji Jombang Jalani Pembekalan di Embarkasi Surabaya, Siap Berangkat ke Tanah Suci

Bahkan ada satu lapak yang difungsikan sebagai tempat penampungan sementara sampah karena berada dekat TPS.

Sebagai informasi, proyek pembangunan Pasar Pon dikerjakan 2022 CV Satu Jaya Trenggalek.

Proyek semula ditarget selesai 15 Desember 2022, namun molor hingga Februari 2023 setelah dilakukan perpanjangan waktu melalui adendum kontrak. (fid/yan/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Disdagrin Jombang #Lapak #pedagang #Pasar Pon #Jombang